Ruas jalan provinsi di Desa Tanjungaman, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur menuju wilayah Belitang-Kayuagung terus mengecil akibat gerusan aliran Sungai Komering yang meluap.
Tembok penahan yang ambrol beberapa bulan lalu akibat hantaman air hingga saat ini belum diperbaiki.
Air yang mengalir dengan deras dari hulu terus memakan badan jalan.
Hanya ada upaya peringatan untuk pengendara oleh pemerintah dengan meletakkan karung berisi pasir serta memasang garus polisi.
Belum terlihat ada perbaikan tembok penahan itu dari pemerintah provinsi kendari air terus mengikis badan jalan.
“Ini sudah berlangsung hampir dua bulan, sebelumnya air belum menyentuh sisi badan jalan. Namun karena air terus meninggi, jadi air mulai mengikis badan jalan,” ungkap Hamid warga sekitar yang berjualan di sekitar lokasi.
Menurut Hamid, perbaikan tembok penahan sepanjang empat meter itu sangat mendesak, karena jika terus dibiarkan, maka akan berakibat pada kerusakan jalan yang tentunya akan menghambat lalu lintas.
“Ini jalan satu-satunya pengubung antara kecamatan martapura dengan Belitang, kalau ini terputus, maka akan sangat fatal akibatnya, tentunya pemerintahan akan ikut terganggu,” ujarnya
Showing posts with label Belitang I. Show all posts
Showing posts with label Belitang I. Show all posts
Wednesday, December 19, 2012
Tuesday, November 13, 2012
Harga Elpiji 3 Kg di Belitang Rp 20 Ribu
Harga gas elpiji tiga kilogram di Wilayah Belitang Kabupaten OKU Timur terutama di wilayah pelosok mencapai hingga Rp 20 ribu per tabung.
Tingginya harga gas elpiji tiga kilogram tersebut disebabkan langkanya stok gas elpiji sejak satu minggu terakhir.
“Sekarang harganya mulai naik. Biasanya kalau mulai langka seperti ini harganya mulai naik. Agen biasanya menjual per tabung hanya Rp 13 ribu, kini naik menjadi Rp 13.500. Demikian juga dengan sub agen yang mulai menaikkan harganya menjadi Rp 14 ribu hingga Rp 14.500,” ungkap Tomi salah satu agen di Puncak Empat Gumawang Belitang, Senin (5/11/2012).
Menurut Tomi, harga ditingkat pengecer juga akan berbeda. Jika sebelumnya harga tabung gas elpiji tiga kilogram hanya Rp 14.500 hingga Rp 15 ribu saat ini mulai mengalami kenaikan menjadi Rp 16 hingga Rp 17 ribu per tabungnya.
“Apalagi di wilayah pelosok, tabung gas elpiji ini mencapai hingga Rp 20 ribu per tabungnya. Ini tidak bisa dihindari, pelanggan tetap akan membeli berapapun harganya. Jadi kalau masih langka seperti ini harga akan mulai berubah, mulai dari agen, sub agen, dan pengecer. Pembeli tidak berfikir apakah naik atau tidak. Yang susah adalah ketika tabung tidak tersedia di agen-agen,” katanya.
Tingginya harga gas elpiji tiga kilogram tersebut disebabkan langkanya stok gas elpiji sejak satu minggu terakhir.
“Sekarang harganya mulai naik. Biasanya kalau mulai langka seperti ini harganya mulai naik. Agen biasanya menjual per tabung hanya Rp 13 ribu, kini naik menjadi Rp 13.500. Demikian juga dengan sub agen yang mulai menaikkan harganya menjadi Rp 14 ribu hingga Rp 14.500,” ungkap Tomi salah satu agen di Puncak Empat Gumawang Belitang, Senin (5/11/2012).
Menurut Tomi, harga ditingkat pengecer juga akan berbeda. Jika sebelumnya harga tabung gas elpiji tiga kilogram hanya Rp 14.500 hingga Rp 15 ribu saat ini mulai mengalami kenaikan menjadi Rp 16 hingga Rp 17 ribu per tabungnya.
“Apalagi di wilayah pelosok, tabung gas elpiji ini mencapai hingga Rp 20 ribu per tabungnya. Ini tidak bisa dihindari, pelanggan tetap akan membeli berapapun harganya. Jadi kalau masih langka seperti ini harga akan mulai berubah, mulai dari agen, sub agen, dan pengecer. Pembeli tidak berfikir apakah naik atau tidak. Yang susah adalah ketika tabung tidak tersedia di agen-agen,” katanya.
Monday, August 13, 2012
Travel Martapura-Palembang Terancam Tak Bisa Angkut Pemudik
![]() | |||||
| Travel Belitang Hub Kami |
Untuk diketahui, stiker tersebut merupakan kendaraan yang berstiker dari Dishub OKU Timur merupakan kendaraan angkutan yang direkomendasikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk para pemudik lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Timur Mulyanto, Senin (13/8/2012) mengatakan, saat ini pihaknya masih mengupayakan untuk angkutan lebaran jurusan Martapura-Palembang dengan cara melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi.
“Untuk angkutan lebaran jurusan Martapura-Palembang, hingga saat ini belum ada. Untuk bus juga memang tidak ada. Sementara untuk travel, hampir sebagian besar travel yang beroperasi adalah travel berplat hitam. Mobil-mobil itu tidak mungkin kita tempeli stiker mudik lebaran,” katanya.
Saturday, August 11, 2012
Lokasi Rawan Ada di Jalinteng dan Jalur Komering
Polisi Resor (Polres) Kabupaten OKU Timur meliris sejumlah lokasi jalan yang dinilai rawan baik lakalantas, macet, maupun tindak kejahatan hingga rawan longsor yang akan digunakan pemudik pada arus mudik lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah 2012.
Berikut sejumlah lokasi yang dinilai rawan dengan penjagaan sejumlah polisi baik dari operasi ketupat maupun tim khusus polres OKU Timur.
Rawan Macet di:
- Pasar Martapura, Kecamatan Martapura.
- Pasar Rawabening BK 3, Kecamatan Buaymadang.
- Pasar Gumawang, Kecamanta Belitang.
- Beberapa pasar tumpah di ruas jalan Buaymadang-Belitang, maupun jalur Belitang-Palembang.
Rawan Lakalantas di:
- Simpang Tiga Armed.
- Mekahak Kotabaru.
- Daerah Minangbaru.
- Adumanis jalur komering.
- Jalur irigasi Perjaya.
Rawan Longsor di:
- Sepanjang ruas Jalur Komering dan sebaliknya.
Rawan Kriminalitas di:
- Ruas jalan tanggul irigasi dari Martapura menuju wilayah Sukaraja
- Sepanjang Jalur Komering melalui wilayah Muncakkabau.
“Kalau untuk kemacetan pasar diprediksi hanya akan terjadi pada jam sibuk saja. kalau untuk pasar tumpah kemungkinan hanya macet saat pagi hari saja,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono Sik melalui Kabag Ops Kompol Sugeng Hariyadi Sabtu (11/8/2012).
Petugas kata dia, akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pengamanan kepada pemudik. Pemudik juga di himbau untuk lebih berhati-hati di perjalanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita juga menghimbau kepada pemudik untuk lebih berhati-hati dan waspada. Jangan membawa perhiasan yang mencolok dan memancing tindak kejahatan,” jelasnya.
Friday, July 20, 2012
Bandar Sabu di Belitang Ditangkap
Satuan narkoba Polres OKU Timur Pimpinan AKP CS Pandjaitan SH kembali menangkap bandar narkoba jenis sabu-sabu bernama Rahmat Hidayat (32), warga Gumawang, Kecamatan Belitang, Kamis (19/7/2012) sekitar pukul 23.00.
Tersangka ditangkap saat melakukan transaksi sabu-sabu sebanyak dua paket seharga Rp 1 juta.
Selain bandar narkoba, Rahmat juga merupakan residivis yang pernah ditahan selama lima bulan akibat kasus toto gelap (togel) tahun 2005 lalu di Rumah Tahanan (Rutan) Martapura.
Informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com, Jumat (20/7), penangkapan tersangka berawal dari informasi warga yang mengaku resah dengan ulah tersangka yang kerap mengedarkan narkoba di kalangan masyarakat terutama kalangan pemuda.
Di hadapan penyidik, Rahmat mengaku melakukan transaksi dengan warga berinisial DI (DPO) yang memesan sabu-sabu sebanyak dua gram.
Tanpa menaruh curiga, sekitar pukul 22.00, Rahmat langsung membawakan pesanan DI dan melakukan transaksi.
Polisi yang sudah mencium gerak-gerik tersangka langsug melakukan penggerebekan beberapa saat setelah transaksi.
“Waktu itu DI memesan sabu-sabu. Karena kosong, saya menghubungi bandar utama berinisial RZ. Kemudian setelah dapat saya langsung membawakannya, namun saat melakukan transaksi, ternyata polisi sudah mengintai,” ujarnya.
Thursday, July 5, 2012
Pusri Pantau Hasil Panen Petani OKU Timur
Untuk meningkatkan hasil pertanian penduduk di Kabupaten OKU Timur, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Rabu (4/7/2012), menggelar Acara Pembukaan Edukasi Kawalan Teknologi Program GP3K di gedung Koperasi Pegawai Negeri Tutwuri Handayani Jalan Tegalrejo Gumawang, Kecamatan Belitang.
Hadir dalam acara tersebut, perwakilan tim Gerakan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) Drs Bastian Basri yang merupakan pemateri dalam acara tersebut.
Menurut Bastian, pihaknya akan berupaya mendorong aktifias pertanian penduduk agar hasil pertanian mengalami peningkatan setiap hekaternya (Ha). Salah satunya adalah dengan memberikan pengertian-pengertian tentang pentingnya pengolahan dan pemilihan bibit sebelum melakukan penanaman.
“Pemupukan juga sangat penting untuk diperhatikan. Kita tidak bisa asal pupuk. Kondisi lahan dan cuaca juga harus diperhatikan agar hasilnya lebih maksimal. Selain itu, jarak tanam juga menjadi perhatian untuk mendapatkan hasil panen yang lebih baik,” ungkapnya.
Hadir dalam acara tersebut, perwakilan tim Gerakan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) Drs Bastian Basri yang merupakan pemateri dalam acara tersebut.
Menurut Bastian, pihaknya akan berupaya mendorong aktifias pertanian penduduk agar hasil pertanian mengalami peningkatan setiap hekaternya (Ha). Salah satunya adalah dengan memberikan pengertian-pengertian tentang pentingnya pengolahan dan pemilihan bibit sebelum melakukan penanaman.
“Pemupukan juga sangat penting untuk diperhatikan. Kita tidak bisa asal pupuk. Kondisi lahan dan cuaca juga harus diperhatikan agar hasilnya lebih maksimal. Selain itu, jarak tanam juga menjadi perhatian untuk mendapatkan hasil panen yang lebih baik,” ungkapnya.
Thursday, June 21, 2012
Jembatan Gumawang Bocor
Jembatan penyeberangan saluran irigasi Gumawang BK 10, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, berlubang atau bocor. Itu terjadi pada Selas (19/6/2012) sekitar pukul 17.30 di kedua sisi jembatan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun Sripoku.com, Rabu (20/6/2012), kondisi tersebut menyebabkan aktivitas penyeberangan menjadi terganggu. Namun keberadaan jembatan yang berlokasi tepat disamping jembatan yang bocor tersebut masih bisa dimanfaatkan sehingga tidak menyebabkan lumpuhnya akses tranportasi.
“Untung jembatannya ada dua, jadi walaupun satunya bocor dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, jembatan yang ada di sisinya masih bisa dimanfaatkan,” ujar Irul (35) warga Gumawang. SRIPOKU.COM
Thursday, June 14, 2012
Perampok Minimarket Keok Ditembak Polisi
Dua perampok spesialis minimarket asal Kota Palembang masing-masing Ari Subekti (30), warga Plaju dan Joko (28) warga Perumnas, berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polsek Belitang, Kabupaten OKU Timur.
“Setelah mendapat laporan dari korban, kita langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap mereka ketika keduanya akan menuju Palembang. Mereka berusaha melawan dengan menembakan pistol. Tetapi pada akhirnya kita berhasil menangkap mereka,” ujar Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono Sik melalui Kapolsek Belitang, Kamis
Keduanya ditangkap setelah melakukan perampokan di sebuah minimarket Alfamart di BK 6 Desa Sukarame Kecamatan Belitang I, Kabupaten OKU Timur, Rabu (13/6/2012) sekitar pukul 20.00.
Kawanan perampok tersebut berhasil ditangkap ketika dalam perjalanan menuju Palembang, tepatnya di ruas Jalan Belitang-Palembang, Desa Gunungbatu Kecamatan Cempaka, sekitar pukul 22.30 atau beberapa jam setelah kawanan tersebut beraksi.
Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa mobil dengan nomor polisi palsu, senjata FN Kaliber 9 beserta beberapa butir peluru dan uang tunai sekitar Rp 2 juta. Polisi terpaksa menembak kedua pelaku karena berusaha melawan ketika akan ditanggkap.
7 Mobil Diamankan Polres OKU Timur
Sebanyak tujuh unit mobil jenis Suzuki APV diamankan Reskrim Polisi Resor (Polres) Kabupaten OKU Timur, Selasa (12/6/2012).
Tujuh unit mobil yang berisi 4800 liter premium dan 6400 liter minyak tanah illegal ini diamankan karena diduga akan dipasarkan ke Wilayah Belitang dan Martapura, Kabupaten OKU Timur untuk dioplos.
“Anggota kita berhasil mengamankan tujuh unit mobil yang membawa BBM jenis bensin dan minyak tanah. Diduga mereka akan mengoplos minyak tersebut sebelum memasarkannya,” ungkap Kapolres OKU Timur melalui Wakapolres Kompol Anisullah M Ridha, kepada Sripoku.com, Rabu (13/6/2012) siang.
Tujuh unit mobil yang berisi 4800 liter premium dan 6400 liter minyak tanah illegal ini diamankan karena diduga akan dipasarkan ke Wilayah Belitang dan Martapura, Kabupaten OKU Timur untuk dioplos.
“Anggota kita berhasil mengamankan tujuh unit mobil yang membawa BBM jenis bensin dan minyak tanah. Diduga mereka akan mengoplos minyak tersebut sebelum memasarkannya,” ungkap Kapolres OKU Timur melalui Wakapolres Kompol Anisullah M Ridha, kepada Sripoku.com, Rabu (13/6/2012) siang.
Thursday, May 24, 2012
Perusahaan Tebu Komering Tak Punya Lahan Plasma
Perusahaan Tebu yang memproduksi Gula Komering dengan luas ratusan hektare (ha) hingga kini belum memiliki atau membentuk lahan plasma yang menguntungkan masyarakat.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) OKU Timur, Idhamto, Kamis (24/5/2012).
Idhamto menyayangkan sikap perusahaan tersebut yang hingga kini belum memiliki lahan plasma yang menguntungkan masyarakat.
Bagaimanapun kata dia, LPI sudah mendapat keuntungan yang tidak sedikit perkebunan tersebut.
“Kita harapkan agar mereka mau memberi sumbangsih terhadap masyarakat sekitar, agar ada nilai tambah dari warga sekitar. Apapun alasannya, tanah yang mereka gunakan adalah lahan milik masyarakat OKU Timur,” tegas Idhamto.
Tuesday, May 1, 2012
Kode POS Kecamatan Belitang I
Kecamatan Belitang I
- Kelurahan atau Desa Bedilan memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Gedung Rejo memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Gumawang memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Gunung Mas memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Harjo Winangun memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Pujorahayu memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Serbaguna memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Sido Makmur memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Sido Rahayu memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Sidogede memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Sidomulyo memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Sukajadi memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Sukarami memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Sukosari memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Sumber Suko memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Sumber Suko Jaya memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Tanjung Raya memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Tawang Rejo memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Tegal Rejo memiliki Kodepos 32382
- Kelurahan atau Desa Triyoso memiliki Kodepos 32382
Wednesday, April 25, 2012
Petani OKUT Biasa Terkena Tomcat
Para petani padi di Kabupaten OKU Timur tidak menganggap hama Tomcat yang selama ini diberitakan memiliki bisa mematikan sehingga harus diberantas. Mereka justru menganggap hama Tomcat sebagai sahabat petani yang membantu mereka dalam membasmi berbagai macam hama seperti Wereng Coklat dan Wereng Hijau.
“Saya sangat tidak sependapat kalau hama Tomcat dikatakan sebagai hama yang membahayakan. Mereka justru sahabat petani yang membantu membasmi hama. Mungkin di daerah lain hama Tomcat adalah musuh. Namun di OKU Timur ini saya berani menjamin bahwa hama Tomcat bukanlah musuh petani,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kecamatan Belitang, Alex Dama Antonius, Selasa (24/4/2012).
Menurut Alex, terlalu berlebihan jika hama Tomcat dikatakan sebagai musuh petani yang harus dibasmi. Sebab, keberadaan Tomcat sangat membantu petani dalam membasmi hama. Sebenarnya kata dia, musuh petani yang sesungguhnya adalah tikus.
“Musuh petani yang sebenarnya adalah tikus. Terlebih ketika aliran sungai meluap, tikus bukan hanya menyerang pertanian penduduk saja. akan tetapi tikus juga menyerang pemukiman penduduk,” terangnya.
Thursday, March 22, 2012
Penetrasi Indosat Hingga 3.834 Kecamatan
Indosat sebagai operator seluler dengan cakupan nasional, terus berupaya meningkatkan kapasitas jaringan dan kualitas layanan serta memperluas jangkauan hingga ke wilayah terpencil. Kini, Indosat telah melayani lebih dari 51 juta pelanggan seluler secara nasional.
Layanan Indosat juga telah mencakup 33 propinsi, 429 kabupaten dan 3834 kecamatan, dengan didukung lebih dari 19.000 menara, termasuk BTS (menara) 2G dan 3G, baik di kota besar maupun daerah terpencil.
Teknologi 3G merupakan teknologi yang memungkinkan pelanggan mengakses internet lebih cepat sampai dengan 21 Mbps dengan teknologi HSPA+.
"Selama tahun 2011, berdasarkan survei regular oleh pihak independen, performansi jaringan Indosat menunjukkan peningkatan yang telah dirasakan para pelanggan kami," kata Hans Moritz, Direktur dan Kepala Pengembangan Teknologi Indosat, Kamis (22/3/2012) dalam surat elektroniknya kepada Kompas.
Tahun lalu, Indosat juga telah menginvestasikan dana Rp 6 triliun untuk meningkatkan infrastruktur dan pendukungnya. Indosat pun berupaya meningkatkan kenyamanan berkomunikasi bagi pelanggan melalui berbagai merek produk Indosat antara lain IM3 Powered by Indosat, Indosat Mobile, Indosat Internet dan Mentari.
Sepanjang tahun 2011, Indosat telah berhasil melaksanakan berbagai upaya pengembangan jaringan antara lain, meningkatkan jumlah menara sebesar 13 persen dibanding tahun sebelumnya.
Meningkatkan kapasitas layanan suara sebesar 16 persen, dan kapasitas data meningkat 75 persen dibandingkan tahun 2010. Hasilnya, pelanggan akan menikmati peningkatan kualitas komunikasi suara menjadi lebih jernih dan komunikasi internet menjadi lebih cepat.
Indosat juga meningkatkan kapasitas SMS secara nasional sebesar 48 persen, sehingga meningkatkan keberhasilan pengiriman SMS diatas 99 persen. Lalu, memperluas layanan dan memperkuat jaringan 3G di berbagai wilayah seperti di Sumatera Bagian Selatan (Desa Sukajadi OKU Timur, kota Baturaja, kota Lubuk Linggau), Bali (Denpasar, Badung), Sulampapua (Manado, Makassar, Pare Pare, Sidrap, Pinrang, Bulukumba dan Selayar).
Juga mengoperasikan beberapa BTS yang menggunakan teknologi sinar surya di daerah rural sehingga hemat energi di berbagai daerah terpencil seperti di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Labuan Pering & Mendahara Tengah, Unit VII Sei Bahar Bukit Harapan, Mersam).
Kemudian, membuka pertama kali akses layanan telekomunikasi di daerah terpencil seperti di Desa Penyamun, Desa Lebong Tandai, Desa Muara Buat, Desa Senamat Ulu, Desa Batu Kerbau, Desa Belukar Manjang, Desa Baru, Desa Wonorejo, Desa Jembat Batu dan Desa Karya Mulya, semuanya di Sumatera Bagian Selatan. Indosat juga hadir pertama dan satu-satunya di wilayah wisata Gunung Kelud - JawaTimur, di wilayah Nusa Tenggara Timur seperti Pulau Pomana - Maumere.
"Indosat akan selalu berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, melalui pembangunan jaringan dan pengembangan kualitas layanan.
Thursday, March 15, 2012
Permintaan Pupuk di OKU Timur Menurun
Permintaan pupuk di Kabupaten OKU Timur sejak beberapa bulan terakhir menurun menyusul masuknya musim panen awal tahun 2012.
Hal itu diungkapkan Kepala Pemasaran Pupuk Sriwijaya (Pusri) untuk Kabupaten OKU Timur, Sobirin, Kamis (15/3/2012).
Namun kata Sobirin, Pusri tetap menyediakan stok pupuk urea bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani. Hal itu karena yang sudah melakukan musim panen baru sebagian. Sementara sebagian lainnya masih membutuhkan pupuk.
“Permintaan pupuk diperkirakan akan kembali normal pada awal April mendatang. Karena petani yang mengandalkan saluran irigasi tekhnis untuk mengairi sawah sudah mulai melakukan penanaman kembali,” katanya.
Sunday, February 5, 2012
Harga Karet di OKU Timur Rp 15.600 Per Kg
Harga getah karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, sejak satu bulan terakhir mulai membaik menjadi Rp 15.500 hingga Rp 15.600 untuk getah karet bulanan.
Sebelumnya harga getah karet bulanan hanya berkisar antara Rp 13 hingga 14 ribu per kilogramnya.
Kenaikan harga getah tersebut dibenarkan petani karet asal Madangsuku I, Arif (47), kepada Sripoku.com di kebunnya, Minggu (5/2/2012).
Arif merinci, sebelumnya harga getah karet harian hanya Rp 9.500 yang saat ini naik menjadi Rp 10.000. Getah karet mingguan yang sebelumnya Rp 10.500 naik menjadi Rp 11 ribu. Dan untuk karet yang dua mingguan sebelumnya Rp 13.500 naik menjadi Rp 14 ribu. Sementara untuk getah karet bulanan naik menjadi Rp 15.500 hingga Rp 15.600.
“Kenaikan ini terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Sejak membaiknya harga getah karet ini, petani menjadi lebih bersemangat,” katanya.
Sebelumnya harga getah karet bulanan hanya berkisar antara Rp 13 hingga 14 ribu per kilogramnya.
Kenaikan harga getah tersebut dibenarkan petani karet asal Madangsuku I, Arif (47), kepada Sripoku.com di kebunnya, Minggu (5/2/2012).
Arif merinci, sebelumnya harga getah karet harian hanya Rp 9.500 yang saat ini naik menjadi Rp 10.000. Getah karet mingguan yang sebelumnya Rp 10.500 naik menjadi Rp 11 ribu. Dan untuk karet yang dua mingguan sebelumnya Rp 13.500 naik menjadi Rp 14 ribu. Sementara untuk getah karet bulanan naik menjadi Rp 15.500 hingga Rp 15.600.
“Kenaikan ini terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Sejak membaiknya harga getah karet ini, petani menjadi lebih bersemangat,” katanya.
Tuesday, December 6, 2011
APBD OKU Timur 2012 Rp 827,730 Miliar
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten OKU Timur tahun 2012 yang disetujui mencapai Rp 827.730.869.303. Anggaran tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 23.040.837.000, Dana Perimbangan sebesar Rp 733.738.252.847, serta Pendapatan Lain-lain yang Sah sebesar Rp 70.951.779.456.
Jumlah APBD OKU Timur tersebut terungkap dalam sidang paripurna, Selasa (6/12/2011) di Gedung DPRD Kabupaten OKU Timur. Agenda persidangan adalah persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif terhadap Raperda APBD Kabupaten OKU Timur tahun 2012.
Sementara untuk Anggaran Belanja Daerah tahun 2012, disetujui sekitar Rp 861.405.375.165, surplus (defisit) Rp 33.674.505.862. Pembiayaan daerah yang terdiri atas penerimaan sebesar Rp 41.401.537.080 dan pengeluaran sebesar Rp 7.727.031.218 serta Pembiayaan Netto sebesar Rp 33.674.505.862.
Petani Butuh Keseimbangan
Ketua Persatuan Pengusaha Padi (Perpadi) Kabupaten OKU Timur, Faisal Habibur, menyayangkan sikap pemerintah yang terus memberikan dukungan terhadap petani untuk mengolah sawah dan bertanam padi. Tetapi disisi lain, pemerintah tak punya usaha untuk menaikkan harga beras.
Menurutnya, hanya sebagian kecil masyarakat yang mau menjadi petani padi. Hal itu disebabkan karena perimbangan harga antara beras dengan kebutuhan pokok sangat jauh bahkan dari satu kilogram beras, petani tidak mampu untuk membeli satu kilogram gula dan kebutuhan pokok lainnya.
“Keseimbangan harga sekarang tidak ada. Dengan menjual beras satu kilogram, petani tidak bisa mendapatkan gula atau minyak satu kilogram. Pemerintah tidak pernah berupaya membuat hal ini menjadi seimbang. Pemerintah terus memberikan dukungan terhadap petani padi, sementara mereka tidak berusaha melakukan perimbangan antara keduanya,” ujarnya Faisal beberapa hari lalu.
Faisal merunut, puluhan tahun sebelumnya, pada tahun 1990, harga beras yang mencapai Rp 400 rupiah per kilogram seimbang dengan harga gula dan kebutuhan pokok lainnya. Petani kata dia, tidak memperdulikan kenaikan harga beras. Mereka hanya berharap ada keseimbangan antara harga beras dengan kebutuhan pokok.
“Gaung tentang percepatan panen, pupuk organik, beras yang baik, terus dilakukan pemerintah. Namun jika kita lihat, sebagian besar pejabat negara ini tidak ada yang mau membuka lahan pertanian padi. Mereka justru berlomba-lomba membuka perkebunan. Hal itu mereka lakukan untuk mengambil keuntungan. Disini jelas bahwa untuk menjadi petani sawah bukan hal yang menguntungkan,” katanya.
Monday, September 26, 2011
OKU Timur Kekurangan Tenaga Penyuluh
Jumlah tenaga penyuluh lapangan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, masih mengalami kekurangan.
Dari 298 desa yang ada, hanya 200 orang tenaga penyuluh yang tersedia. Idealnya, setiap setiap desa memiliki satu orang tenaga penyuluh.
“Kita masih mengalami kekurangan tenaga penyuluh. Saat ini kita mengalami kekurangan sebanyak 98 orang,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Tenaga Penyuluh OKU Timur, Ir Sugianto MM, Senin (26/9/2011).
Dari 200 tenaga penyuluh yang ada lanjut Sugianto,sebanyak 121 orang tenaga penyuluh berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 47 orang tenaga penyuluh lainnya berstatus sebagai tenaga harian lepas dan tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP).
Sementara 32 orang lainnya merupakan tenaga penyuluh Honor Daerah (Honda).
“THL-TBPP honor operasionalnya berasal dari APBN. Sementara untuk Honda, berasa dari APBD OKU Timur,” katanya.
Untuk mencukupi jumlah kekurangan tenaga penyuluh. Pihaknya akan mencukupinya secara bertahap sesuai dengan formasi tenaga penyuluh PNS yang masih kekurangan 177 orang dari 121 tenaga penyuluh PNS yang ada.
Dari 298 desa yang ada, hanya 200 orang tenaga penyuluh yang tersedia. Idealnya, setiap setiap desa memiliki satu orang tenaga penyuluh.
“Kita masih mengalami kekurangan tenaga penyuluh. Saat ini kita mengalami kekurangan sebanyak 98 orang,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Tenaga Penyuluh OKU Timur, Ir Sugianto MM, Senin (26/9/2011).
Dari 200 tenaga penyuluh yang ada lanjut Sugianto,sebanyak 121 orang tenaga penyuluh berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 47 orang tenaga penyuluh lainnya berstatus sebagai tenaga harian lepas dan tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP).
Sementara 32 orang lainnya merupakan tenaga penyuluh Honor Daerah (Honda).
“THL-TBPP honor operasionalnya berasal dari APBN. Sementara untuk Honda, berasa dari APBD OKU Timur,” katanya.
Untuk mencukupi jumlah kekurangan tenaga penyuluh. Pihaknya akan mencukupinya secara bertahap sesuai dengan formasi tenaga penyuluh PNS yang masih kekurangan 177 orang dari 121 tenaga penyuluh PNS yang ada.
Subscribe to:
Posts (Atom)



