Harga beras di Kabupaten OKU Timur mengalami kenaikan menyusul dilakukan pengeringan irigasi sejak beberapa bulan terakhir.
Harga beras untuk kualitas bagus yang sebelumnya hanya Rp 8.000 menjadi Rp 9000 per kilogram. Kenaikan harga beras tersebut sudah terjadi sejak satu bulan terkahir.
“Kenaikan ini kemungkinan disebabkan oleh penundaan musim tanam akibat musim kemarau untuk sawah tadah hujan dan penundaan musim tanam untuk sawah irigasi tekhnis yang saat ini irigasi sedang dalam masa perbaikan,” ujar Hamzah (34) warga Sungai Tuha Minggu (21/10/2012).
Irigasi tekhnis kata Hamzah dikeringkan sejak beberapa bulan terkahir karena dilakukan perbaikan di beberap titik yang mengalami kerusakan. Akibat pengeringan irigasi tersebut lanjutnya, musim tanam yang seharusnya sudah dilakukan sejak awal Oktober lalu terpaksa di undur menjadi awal September.
“Terlebih untuk lahan sawah tadah hujan. Hingga saat ini banyak yang belum melakukan penggarapan lahan karena masih mengalami kekeringan. Hujan yang mulai turun belum maksimal untuk melakukan penggarapan lahan,” katanya.
Showing posts with label Semendawai Timur. Show all posts
Showing posts with label Semendawai Timur. Show all posts
Monday, October 22, 2012
Thursday, July 26, 2012
OKU Timur Cetak Sawah Baru 20 Ribu Hektare di Jalur Komering
Sebagai daerah sentra pertanian khususnya tanaman pangan, Kabupaten OKU Timur terus melakukan perluasan areal sawah baru menyusul bakal rampungnya pembangunan saluran irigasi teknis Muncak Kabau. Tuntasnya irigasi ini sangat memungkinan bagi daerah ini mencetak sekitar 20 ribu hektar salah baru.
Bupati OKU Timur H Herman Deru dihadapan ribuan jemaah yang menghadiri Safari Ramadan yang digelar di Desa Riang Bandung, Kecamatan Madang Suku II, Rabu (25/7/2012) kemarin menegaskan, jika selama ini daerah pesisir Komering sangat kesulitan dalam mengolah lahan sawah maka kedepan dipastikan tidak akan ada lagi sawah yang terbengkalai.
“Bayangkan jika nanti irigasi Muncak Kabau ini rampung. Daerah ini akan menjadi kawasan yang diperhitungkan seperti halnya kawasan Belitang dan sekitarnya,” ucap Herman Deru.
Masih menurut Deru, tambahan sekitar 20 ribu hektare sawah baru di kawasan pesisir Komering dan 20 ribu hektare di Saluran Bahuga atau kawasan Belitang II, akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat sekitar.
Jika selama ini sawah warga hanya bisa digarap saat musim penghujan, maka sudah dapat dipastikan kedepannya bisa panen tiga hingga empat kali dalam setahun.
“Dampak positif dari irigasi Muncak Kabau ini juga akan menekan adanya alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan karet,” tambahnya.
Untuk diketahui, pengerjaan perluasan saluran induk irigasi Komering meliputi saluran Irigasi Sekunder Bahuga dan Muncak Kabau, masuk dalam pengerjaan proyek program Irigasi Komering Tahap II (Phase-II) yang didanai dari Loan Japan Bank For Internacional Coorperation (JBIC) yang mencapai Rp 2 Triliun.
Tuesday, May 1, 2012
Kode POS Kecamatan Semendawai Timur
Kecamatan Semendawai Timur
- Kelurahan atau Desa Bungin Jaya memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Burnai Jaya memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Burnai Mulya memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Karang Anyar memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Karang Melati memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Karang Menjangan memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Karang Mulya memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Kota Mulya memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Kota Tanah memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Melati Jaya memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Mulia Jaya memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Nirwana memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Tulung Harapan memiliki Kodepos 32185
- Kelurahan atau Desa Warna Sari memiliki Kodepos 32185
Sunday, July 24, 2011
Jadikan Jagung Komoditi Andalan
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) akan mengembangkan lahan produksi tanaman jagung yang bersentral di tiga kecamatan yakni Kecamatan Bunga Mayang, Jayapura dan Kecamatan BP Peliung untuk menjadi salah satu komoditi hasil pertanian selain padi.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Tubagus Sunarseno, Minggu (24/7/2011).
Menurut Tubagus, hasil pertanian jagung selama ini sudah sering di drop atau dijual ke Lampung, Jambi bahkan Padang Sumatera Barat (Sumbar). Untuk itu, selain padi, pemkab akan berupaya menjadikan jagung sebagai salah satu komoditi pertanian.
“Potensi tanaman jagung di OKUT bisa menjadi salah satu komoditi andalan. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyiapkan lahan untuk mengembangkan tanaman jagung tersebut,” katanya.
Menurut Tubagus, untuk menjadikan jagung sebagai salah satu komoditi andalan di OKUT, fasilitas perlu di sediakan seperti lahan dan sejumlah pupuk serta bibit. Petugas UPTD kata dia akan diminta untuk dapat menghimbau para petani tidak ragu untuk beralih ke pertanian jagung.
“Pemerintah akan menyiapkan lahan sekitar 10 ribu hektare untuk menjadikan jagung ini sebagai salah satu komoditi andalan di OKUT,” katanya.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Tubagus Sunarseno, Minggu (24/7/2011).
Menurut Tubagus, hasil pertanian jagung selama ini sudah sering di drop atau dijual ke Lampung, Jambi bahkan Padang Sumatera Barat (Sumbar). Untuk itu, selain padi, pemkab akan berupaya menjadikan jagung sebagai salah satu komoditi pertanian.
“Potensi tanaman jagung di OKUT bisa menjadi salah satu komoditi andalan. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyiapkan lahan untuk mengembangkan tanaman jagung tersebut,” katanya.
Menurut Tubagus, untuk menjadikan jagung sebagai salah satu komoditi andalan di OKUT, fasilitas perlu di sediakan seperti lahan dan sejumlah pupuk serta bibit. Petugas UPTD kata dia akan diminta untuk dapat menghimbau para petani tidak ragu untuk beralih ke pertanian jagung.
“Pemerintah akan menyiapkan lahan sekitar 10 ribu hektare untuk menjadikan jagung ini sebagai salah satu komoditi andalan di OKUT,” katanya.
Tuesday, June 28, 2011
Kebutuhan Benih Ikan di OKU Timur 15 Juta
Kebutuhan benih ikan di Kabupaten OKU Timur, saat ini dirasakan masih mengalami kekurangan. Untuk memenuhi kebutuhan benih ikan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten OKUT berencana membentuk Unit Pembenihan Rakyat (UPR).
Demikian ungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan OKU Timur Drs Alief Yulianto MM Senin (27/6/2011). “Kebutuhan benih ikan saat ini baru terpenuhi sekitar 15 juta benih. Sementara Kebutuhan yang harus dipenuhi sekitar 40 juta benih. Untuk mengantisipasinya, kita akan mendatangkan benih dari luar untuk menutupi kekurangannya,” ujar Alif.
Selain itu tambah Alif, pihaknya juga segera membentuk 30 UPR yang akan berfungsi sebagai penghasil induk dan benih unggul. “Setelah ini kita berharap, semua kebutuhan benih dapat terpenuhi,” harap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan OKU Timur Drs Alief Yulianto.
Demikian ungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan OKU Timur Drs Alief Yulianto MM Senin (27/6/2011). “Kebutuhan benih ikan saat ini baru terpenuhi sekitar 15 juta benih. Sementara Kebutuhan yang harus dipenuhi sekitar 40 juta benih. Untuk mengantisipasinya, kita akan mendatangkan benih dari luar untuk menutupi kekurangannya,” ujar Alif.
Selain itu tambah Alif, pihaknya juga segera membentuk 30 UPR yang akan berfungsi sebagai penghasil induk dan benih unggul. “Setelah ini kita berharap, semua kebutuhan benih dapat terpenuhi,” harap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan OKU Timur Drs Alief Yulianto.
Subscribe to:
Posts (Atom)
