Showing posts with label OKU Timur. Show all posts
Showing posts with label OKU Timur. Show all posts

Thursday, December 27, 2012

Gaji Guru Honor di OKU Timur Rp 300 Ribu Per Bulan

Gaji tenaga honorer di Kabupaten OKU Timur sebesar Rp 300 ribu yang setiap bulannya mereka peroleh dinilai sangat kecil dan sangat jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Terlebih saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok terus melambung tinggi tanpa mengalami penurunan.

“Saya menjadi guru honor ini sejak 29 tahun lalu. Gaji yang saya terima saat ini hanya Rp 300 ribu. Bayangkan uang sebesar itu saat ini,” ungkap Jayusman kepada Sripoku.com usai menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten OKU Timur bersama ratusan tenaga honorer lainnya yang memperjuangkan nasib mereka untuk diangkat menjadi CPNS, Kamis (27/12/2012).

Ratusan pegawai honorer menilai pemerintah Kabupaten OKU Timur terutama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak memperjuangkan nasib mereka.

Anggapan tersebut berdasarkan surat dari Kemenpan RI yang diperoleh para honorer ini dari situs Kemenpan RI mengenai uandangan rapat yang akan digelar di kemenpan RI tanggal 19 Desember 2012. Surat undangan rapat tersebut tertanggal 11 Desember 2012.

Namun pada tanggal 17 Desember 2012, beredar kembali surat pernyataan dari Kemenpan yang menyatakan bahwa kemenpan RI belum bisa menyerahkan formasi untuk tenaga honorer K1 di OKU Timur dan akan dilakukan peninjauan kembali.

“Kami kesini untuk mempertanyakan ini. Kenapa dalam surat ini OKU Timur tidak ada formasinya padahal daerah lain yang diundang dalam rapat itu sudah selesai. Kalau seperti ini berarti BKD OKU Timur tidak memperjuangkan kami selama ini,” ungkap Slamet, salah satu tenaga honorer menjelaskan.

Sekda OKU Timur Drs Idhamto, yang menerima ratusan tenaga honorer tersebut menjelaskan bahwa asumsi para tenaga honorer bahwa mereka dibatalkan untuk menjadi CPNS sebenarnya salah. 

Dalam surat kemenpan tersebut dijelaskan bahwa tenaga Honorer K1 yang belum diangkat menjadi CPNS masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dan masih dalam proses penyelesaian.

Penulis : Evan Hendra
Editor : Sudarwan
Sumber : Sripoku

Monday, December 24, 2012

Empat Desa di Cempaka OKU Timur Terendam Banjir


Sebanyak empat desa di Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur terendam air akibat luapan Sungai Komering sejak beberapa minggu terakhir.

Empat desa yang terendam tersebut masing-masing Desa Gunungbatu, Sukabumi, Harisanjaya, dan Desa Cempaka. Belum ada bantuan maupun upaya dari pemerintah OKU Timur untuk meringankan beban korban banjir.

Akibat rendaman air yang sudah berlangsung hampir satu bulan itu, aktivitas warga di kecamatan tersebut lumpuh total. Warga setiap hari terus khawatir terlebih hujan yang terus turun sehingga menyebabkan genangan air semakin tinggi yang merendam rumah dan tanaman petani.

Menurut warga sekitar, luapan air Sungai Komering yang sudah terjadi sejak beberapa minggu itu disebabkan oleh ditutupnya bendungan Randu yang berlokasi di Desa Gunungbatu.

“Bendungan Randu ini sudah difungsikan sejak tiga tahun terakhir. Dan selama itu, meskipun aliran Sungai Komering meluap, tidak sampai merendam rumah warga. Namun karena tahun ini bendungan itu ditutup, air yang meluap terus naik dan menggenagi rumah dan ladang penduduk,” ungkap Yapani (56) warga Desa Cempaka, Minggu (23/12/2012).

Dari empat desa yang terendam banjir tersebut satu desa yang paling parah adalah desa Gunungbatu dan Desa Sukabumi. Selain puluhan rumah, puluhan bahkan ratusan hektare lahan pertanian baik sawah maupun ladang petani juga terendam air yang menyebabkan tanaman petani yang siap panen menjadi mati sehingga menyebabkan kerugian petani.

“Bahkan ada beberapa rumah warga yang hampir tenggelam. Ketinggian air sudah mencapai hingga satu meter. Kemungkinan kedalaman air akan terus bertambah mengingat hujan yang terus terjadi,” ujar Yapani cemas.

Jika hujan turun dengan deras lanjut Yapani, warga sekitar sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk mengungsi ke rumah saudara-saudara mereka lainnya yang tidak terendam air.

Tiwul Tembus Rp 7.500 Per Kg

Amino petani menanam ubi racun karena harga yang tinggi dan pemasaran yang mudah membuat mereka enggan menanam singkong atau ketela.

Singkong atau ketela biasanya dijadikan masyarakat sebagai bahan dasar membuat tiwul atau oyek. Sementara ubi racun hanya bisa dimakan setelah diolah menjadi sagu.

“Masyarakat sudah enggan menjadikan ladang mereka untuk menanam singkong atau ketela. Sebagian lahan masyarakat saat ini ditanam ubi racun yang tidak bisa diolah menjadi oyek atau tiwul. Ubi racun hanya bisa dimanfaatkan setelah diolah. Kalau belum diolah ubi racun mengandung racun yang membayahakan,” ungkap Hariyanto (47) warga Bungamayang, OKU Timur.

Menurut Hari, menurunnya animo masyarakat untuk menanam singkong dan ketela membuat harga tiwul melambung.

Saat ini harga tiwul mencapai hingga Rp 7.500 per kilogramnya. 

Harga tersebut, kata dia, hampir menyamai beras super yang dijual di pasaran sekitar Rp 8.500 per kilogramnya.

Tiwul, kata dia, merupakan makanan masyarakat tempo dulu. Meski terkesan kuno, namun sebagian masyarakat masih menggemari memakan tiwul karena rasanya yang khas.

“Biasanya masyarakat tetap memakannya meskipun mereka memiliki ekonomi menengah. Masyarakat yang memakan tiwul bukan berarti mereka tidak mampu untuk hidup layak. Mereka memang sudah hobi dan gemar untuk memakannya,” ujarnya.

Menurut Hari, saat ini sangat sulit untuk mencari tiwul. Kalaupun ada, harganya sudah mulai naik menyamai harga beras.

Langkanya masyarakat membuat tiwul tersebut, kata dia, disebabkan keengganan masyarakat menanam singkong atau ketela.

“Sebagian masyarakat kalau tidak menanam jagung menanam ubi racun. Memang pemasarannya lebih mudah ubi racun. Setelah siap panen, masyarakat hanya memanggil pembeli dan langsung mendapatkan uang. Berbeda dengan tiwul yang harus melalui sejumlah proses baru bisa dijual,” ujarnya.

Friday, November 23, 2012

Banyak Anak Sekolah Kebut-kebutan, Warga OKU Timur Protes

Minimnya kesadaran berlalu lintas dari anak-anak sekolah di Kabupaten OKU Timur memicu protes sejumlah masyarakat terutama pengendara lain.

Masyarakat yang menyaksikan tindakan anak-anak sekolah yang kerap melakukan kebut-kebutan dan berboncengan melebihi kapasitas hingga tiga orang kerap membuat pengendara lain khawatir.


Sejumlah anak sekolah terlihat dengan leluasa mengendarai sepeda motor dengan berboncengan tiga orang tanpa mengenakan pengaman berkendara seperti helm dan pengaman lainnya.

Selain berboncengan hingga tiga orang, mereka juga mengendari sepeda motor dengan kecepatan melebihi rata-rata kecepatan dalam kota.

“Mungkin karena masih muda, jadi mereka tidak mengindahkan keselamatan diri sendiri. Namun yang disayangkan mereka juga membahayakan pengendara lain dengan mengendarai sepeda motor melebihi kecepatan dalam kota,” ungkap Arman (38), salah satu warga Martapura yang terpaksa berhenti karena ulah pelajar yang mendahuluinya tanpa mengindahkan keselamatan pengendata lain.

Selain itu, kata dia, terkadang pelajar mengendarai sepeda motor tanpa memikirkan pengendara lain. Bahkan terkadang mereka mengambil jalir pengendara lain dengan kecepatan tinggi.

“Kadang kalau kita berkendara kita harus berhati-hati. Anak-anak sekolah ini terkadang tidak memerhatikan keselamatan mereka dalam mengendarai sepeda motor,” ujarnya.

Sementara Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono Sik Msi melalui Kasat Lantas AKP Menang didampingi KBO Lantas IPDA Fauzi Saleh mengaku akan terus memberikan sosialisasi dan pengertian peraturan lalu lintas ke sekolah-sekolah agar para siswa memahami akan pentingnya mematuhi peraturan dalam berlalu lintas.

Wednesday, November 21, 2012

OKU Timur Swasembada Daging

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, perkembangan dan populasi ternak sapi di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menempati posisi tertinggi di wilayah Sumatera.

Peningkatan yang signifikan tersebut menjadi salah satu indikator untuk menjadikan OKU Timur sebagai kabupaten swasembada daging dalam beberapa tahun ke depan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten OKU Timur, Ir Santio MM, Rabu (21/11/2012), mengatakan, peningatakan populasi ternak sapi potong di OKU Timur tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah yang didukung masyarakat dan sejumlah kelompok tani dalam mengembangkan peternakan sapi potong tersebut.

“Selain data BPS, dari grafik laporan pertahun, populasi ternak sapi potong mengalami peningkatan yang signifikan, pada tahun 2006 lalu, populasi ternak Sapi potong hanya 4.000 ekor. Namun setelah kita melasanakan program inseminasi buatan pada tahun 2012, populasi ternak sapi potong sudah mencapai 72.500 ekor,” katanya.

Tuesday, November 20, 2012

HMI Palembang Galang Dana Bagi Saudara Kita di Palestina

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabanag Palembang, menggelar aksi simpatik Palestina dengan penggalangan dana di Kota Palembang, Rabu (21/11/2012) pagi.
Koordinator Aksi, Rico Roberto mengatakan, dalam aksi simpatik peduli Palestina ini, penggalangan dana dilakukan di titik keramaian kota Palembang, yaitu simpang lampu merah Charitas, simpang empat lampu merah DPRD Provinsi Sumatera Selatan dan simpang empat lampu merah Polda Sumatera Selatan. 
 
Koordinator Lapangan Aksi Simpatik Palestina, Iwan Fals menambahkan, aksi ini juga kita lakukan dengan membuka posko bantuan di seluruh Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Kota Palembang, baik PT Swasta maupun Negeri.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Palembang, Abdul Karim menerangkan, ini merupakan wujud kepedulian HMI Cabang Palembang terhadap peristiwa kekejaman Israel kepada Palestina. “Kami tidak mau hanya bercakap-cakap saja dilapangan tapi tidak memberikan kontribusi yang nyata kepada Palestina,” jelasnya.
“Aksi simpatik Palestina dengan penggalangan dana ini, kita lakukan juga dengan memasang kotak amal peduli Palestina di masjid-masjid di Kota Palembang ketika di hari Jumat. Aksi simpatik Palestina ini akan HMI Cabang Palembang lakukan selama 2 minggu, dari sekarang, Rabu (21/11/2012) sampai 5 Desember 2012. Selama 2 minggu aksi simpatik ini dilakukan oleh Kader HMI Cabang Palembang dengan cara tugas dan berpindah-pindah tempat sesuai dengan jadwal yang Kader HMI Cabang Palembang yang telah disepakati,” paparnya.
Target penggalangan dana Aksi simpatik Palestina ini, lanjut dia, selama 2 minggu Insya Allah mencapai Rp500 juta. “Untuk pendistribusianya nanti kita lakukan penggabungan bersama FUI Sumatera Selatan, MUI Sumatera Selatan dan Ormas Islam lainya, secara serentak pendistribusianya ke Negara Palestina,” kata dia.
Semoga dengan aksi simpatik Palestina HMI Cabang Palembang ini, dapat membantu saudara-saudara muslim kita yang ada di Palestina. “Dan Allah memberikan kekuatan yang Maha Dahsyat bagi umat muslim di Palestina dalam menghadapi peperangan yang dzalim ini,” terangnya.

Monday, November 19, 2012

Ladang Petani OKU Timur Terendam Banjir

Luapan Sungai Komering di Kabupaten OKU Timur akibat guyuran hujan dalam satu minggu terakhir membuat lahan pertanian warga yang berlokasi di sekitar bantaran Sungai Komering terendam.

Lahan persawahan petani yang sebelumnya dialihfungsikan menjadi ladang karena mengalami kekeringan saat musim kemarau mulai terendam akibat luapan aliran Sungai Komering
Bukan hanya lahan sawah, bahkan ladang petani yang selama ini ditanami jagung dan kacang-kacangan serta ranggam juga ikut terendam sehingga membuat petani khawatir.

Menurut Jamiludin (38), petani asal Desa Tanjungkemala, Kecamatan Martapura, Senin (19/11/2012) mengatakan, hujan lebat yang turun sejak beberapa minggu terkahir terlebih intensitas hujan yang cukup lama dalam beberapa hari terakhir menyebabkan ladang miliknya terendam setinggi 50 hingga 80 centimeter (Cm).

Menurut Jamil, ladang yang ditanaminya Ketimun, Ranggam, dan Jagug semuanya terendam. Namun yang paling mengkhawatirkan kata dia adalah tanaman Ranggam dan ketimun yang saat ini sudah berusia tiga bulan dan menyambut masa panen kedua.

Jamil mengaku khawatir dengan tanaman Ranggam miliknya yang sudah terendam selama satu hari akan mengalami gagal panen.
Tanaman Ranggam kata dia, tidak memiliki ketahanan terendam dalam air dalam waktu yang lama.

“Jika Ranggam ini sudah terendam selama dua hari, maka buahnya akan rontok. Jadi saat ini saya hanya berdoa saja airnya segera surut. Untuk dipanen saat ini belum memungkinkan. Kemungkinan akhir bulan ranggam ini baru siap dipanen,” katanya.

Tuesday, November 13, 2012

Petani OKU Timur Kebut Masa Tanam

Petani lahan sawah tadah hujan di Kabupaten OKU Timur sejak satu bulan terakhir mulai melakukan penggarapan lahan sawah mereka kendati hujan yang turun belum menggenangi sawah mereka dengan maksimal.

Lahan sawah yang belum tergenang tetap digarap dengan melakukan pembajakan dan melakukan sejumlah persiapan seperti penanaman bibit.

Pengamatan  Senin (12/11/2012), sejumlah petani di wilayah Veteranjaya terlihat mulai menggarap lahan sawah mereka.

Sawah yang belum tergenang dan hanya mengalami kelembaban tidak menghalangi keinginan petani untuk segera melakukan penggarapan.

Para petani ini mengaku berspekulasi melakukan penggarapan sawah mereka meskipun belum memiliki kepastian kapan hujan akan turun dengan maksimal dan menggenangi seluruh sawah mereka hingga siap tanam.

“Hujan memang belum turun dengan maksimal. Kalau menunggu lahan sawah ini tergenang baru digarap, kami khawatir akan mengalami keterlambatan untuk melakukan penggarapan selanjutnya. Namanya sawah tadah hujan, kami berusaha agar dalam setiap tahun melakukan penanaman minimal satu atau dua kali,” ungkap Subakir (72) warga Desa Buktisari Kecamatan Martapura ditemui saat membajak sawahnya.

Menurut Subakir, petani sawah terutama yang mengandalkan air hujan sebagian besar sudah melakukan penggarapan lahan mulai dari pembajakan.

Meskipun lahan yang dibajak masih terlihat kering, namun setelah tersiram hujan beberapa kali akan kembali lembut.

Harga Elpiji 3 Kg di Belitang Rp 20 Ribu

Harga gas elpiji tiga kilogram di Wilayah Belitang Kabupaten OKU Timur terutama di wilayah pelosok mencapai hingga Rp 20 ribu per tabung.

Tingginya harga gas elpiji tiga kilogram tersebut disebabkan langkanya stok gas elpiji sejak satu minggu terakhir.

“Sekarang harganya mulai naik. Biasanya kalau mulai langka seperti ini harganya mulai naik. Agen biasanya menjual per tabung hanya Rp 13 ribu, kini naik menjadi Rp 13.500. Demikian juga dengan sub agen yang mulai menaikkan harganya menjadi Rp 14 ribu hingga Rp 14.500,”  ungkap Tomi salah satu agen di Puncak Empat Gumawang Belitang, Senin (5/11/2012).

Menurut Tomi, harga ditingkat pengecer juga akan berbeda. Jika sebelumnya harga tabung gas elpiji tiga kilogram hanya Rp 14.500 hingga Rp 15 ribu saat ini mulai mengalami kenaikan menjadi Rp 16 hingga Rp 17 ribu per tabungnya.

“Apalagi di wilayah pelosok, tabung gas elpiji ini mencapai hingga Rp 20 ribu per tabungnya. Ini tidak bisa dihindari, pelanggan tetap akan membeli berapapun harganya. Jadi kalau masih langka seperti ini harga akan mulai berubah, mulai dari agen, sub agen, dan pengecer. Pembeli tidak berfikir apakah naik atau tidak. Yang susah adalah ketika tabung tidak tersedia di agen-agen,” katanya.

Monday, October 22, 2012

Harga Beras di OKU Timur Naik Rp 1.000

Harga beras di Kabupaten OKU Timur mengalami kenaikan menyusul dilakukan pengeringan irigasi sejak beberapa bulan terakhir.

Harga beras untuk kualitas bagus yang sebelumnya hanya Rp 8.000 menjadi Rp 9000 per kilogram. Kenaikan harga beras tersebut sudah terjadi sejak satu bulan terkahir.

“Kenaikan ini kemungkinan disebabkan oleh penundaan musim tanam akibat musim kemarau untuk sawah tadah hujan dan penundaan musim tanam untuk sawah irigasi tekhnis yang saat ini irigasi sedang dalam masa perbaikan,” ujar Hamzah (34) warga Sungai Tuha Minggu (21/10/2012).

Irigasi tekhnis kata Hamzah dikeringkan sejak beberapa bulan terkahir karena dilakukan perbaikan di beberap titik yang mengalami kerusakan. Akibat pengeringan irigasi tersebut lanjutnya, musim tanam yang seharusnya sudah dilakukan sejak awal Oktober lalu terpaksa di undur menjadi awal September.

“Terlebih untuk lahan sawah tadah hujan. Hingga saat ini banyak yang belum melakukan penggarapan lahan karena masih mengalami kekeringan. Hujan yang mulai turun belum maksimal untuk melakukan penggarapan lahan,” katanya.

Monday, October 8, 2012

Lima Koperasi OKU Timur Dapat Pinjaman Rp 7,8 M

Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) di Kabupaten OKU Timur mendapat dana pinjaman lunak dari Kementrian UKM dan Koperasi pusat sebesar Rp 7,8 miliar. Pinjaman tersebut diberikan menyusul pesatnya perkembangan UKM di OKU Timur sejak beberapa tahun terakhir.

Kepala Seksi Bina Usaha Koperasi Dinas UKM Didik Riyadi dikonfirmasi Minggu (7/10/2012), mengatakan, bantuan senilai Rp. 7,8 miliar tersebut semuanya diserahkan pada tahun 2012 yang dipinjam dan dikelola oleh lima koperasi. yakni Koperasi Daerah (Kopda) yang meminjam Rp. 4 miliar, Koperasi GSM Rp. 1,5 miliar, Koperasi Arta Karya sebanyak Rp. 1,5 miliar dan Koperasi Karya Bersama sebanyak. Rp. 800 juta.

"Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan sebaik baiknya," katanya.

Friday, September 28, 2012

Trans Marta Segera Beroperasi di OKU Timur

Kabupaten OKU Timur dalam waktu dekat akan segera memiliki bis angkutan yang diberi nama Trans Marta.

Program Trans Marta yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan tersebut persiapannya sudah mencapai 90 persen.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Timur Mulyanto SH MM usai melaksanakan rapat persiapan pelaksanaan Trans Marta, Jumat (28/9/2012).

Menurut Mulyanto, semua persiapan mulai dari halte, pool, garasi mobil, rambu-rambu lalu lintas, rute, tiket hingga tarif angkutan sudah selesai.

Untuk menjalankannya, kata dia, pihaknya tinggal menunggu instruksi dari Bupati OKU Timur, H Herman Deru SH MM saja.

“Halte yang sudah selesai dan siap untuk digunakan saat ini berjumlah 11 halte. Enam diantaranya baru dibangun dan lima lainnya merupakan halte lama,” jelasnya.

Sementara untuk jumlah armada, Mulyanto mengatakan, untuk sementara, armada yang akan operasikan berjumlah empat bus dengan ukuran tiga perempat.

“Trayeknya dibagi dua, namun hanya di dalam kota Martapura saja. Trayek pertama dimulai dari Terminal Kotabaru, RM Idaman, Simpang Lingot, Pasar Martapura, Kelurahan Sungaituha, HM Soeharto (jalan lingkar, red) dan kembali lagi ke terminal. Sedangkan untuk trayek kedua dimulai dari Terminal, Simpang Lingot, RM Idaman, Kotabaru, jalan HM Soeharto, Kelurahan Sungaituha-Jalan Merdeka dan kembali lagi ke ke terminal Martapura,” jelasnya.

Thursday, September 20, 2012

Enam Bank di OKU Timur Belum Perpanjang HO

Hingga September 2012, enam perbankan yang beroperasi di Kabupaten OKU Timur belum melakukan perpanjangan izin gangguan (HO) kepada bagian perekonomian Setda OKU Timur.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perekonomian, diketahui baru enam perbankan yang mengurus perizinan yakni empat perbankan melakukan perpanjangan dan dua perbankan lainnya dalam mengajukan.

Sementara enam perbankan lainnya masing-masing Bank Syariah Mandiri (BSM) yang jatuh tempo pada bulan Juni, Bank Pundi jatuh tempo bulan September, BPR jatuh tempo pada bulan Oktober, Bank CIMB Niaga, jatuh tempo pada Oktober, dan Bank Mandiri, hingga saat ini belum melakukan perpanjangan perizinan.

“Bulan ini kita akan melakukan monitoring ke lapangan untuk menyampaikan kepada pihak perbankan terkait perpanjangan HO yang telah habis,” ungkap Kabag Perekonomian Setda OKU Timur, H Lusapta Yudha Kurnia SE MM melalui Kasubag Produksi Daerah I Gina Fitria Sari,

Tuesday, September 18, 2012

Usulkan 10 KUA di OKU Timur Jadi Definitif

Sebanyak 10 Kantor Urusan Agama di Kabupaten OKU Timur yang masih bersifat koordinator diusulkan untuk menjadi definitif kepada menteri Agama Republik Indonesia (RI).

Demikian diungkapkan Kasubdin Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Timur, Budiman SPd.I, Senin (18/9/2012).

“Pengusulannya sudah disetujui Bupati, DPRD dan Kakanwil sumsel. Saat ini setiap Kecamatan yang ada di OKU Timur sudah memiliki KUA secara lengkap, namun baru ada sepuluh KUA yang definitif dan sepuluhnya masih berbentuk koordinator,” katanya.

Dua Bintara Polres OKUT di-PTDH

Akibat melakukan tindakan indisipliner, dua anggota bintara Polres OKU Timur, masing-masing Briptu MA dan Bripka RHH, diberhentikan secara tidak hormat.

Meski kedua anggota bintara Polres OKU Timur tersebut tidak hadir, namun upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) tetap dilaksanakan secara in absensia, Senin (17/9/2012) kemarin.

Upacara yang digelar di halaman Mapolres OKU Timur tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono.

Dalam sambutannya, Kristiyono menjelaskan, berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel Nomor: Kep/164/III/2012, menyatakan bahwa MA yang berpangkat Briptu terhitung 31 Maret 2012 diberhentikan tidak dengan hormat dari Satuan Polisi Republik Indonesia (Polri).

Sedangkan pemberhentian untuk Bripka RHH, terhitung sejak tanggal 31 Mei 2012 berdasarkan Keputusan Kapolda Sumsel Nomor : Kep/236/V/2012.

“Karena yang bersangkutan tidak hadir, maka kita lakukan upacara pemecatan secara in absensia. Pemecetaan ini sudah sesuai prosedur. Sebelumnya telah dilakukan sidang putusan,” ujar Kapolres didampingi Wakapolres, Kompol Anissullah M Ridha usai upacara pemecatan.

Thursday, September 13, 2012

Stok Elpiji 3 Kilogram di Martapura Aman

Sebanyak 300 tabung gas elpiji tiga kilogram di pangkalan yang berada Pasar Martapura, Desa Tanjungkama, Kabupaten OKU Timur, habis setiap harinya. Demikian diungkapkan Hendri, seorang petugas pangkalan gas elpiji tiga kilogram, Kamis (13/9/2012).

Meski demikian menurut Hendri, masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan gas. pascalebaran, antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Kota Baturaja tidak terjadi lagi.

Hal itu lanjutnya berbeda dengan kondisi pada saat bulan puasa beberapa waktu lalu yang sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan gas karena panjangnya antrean yang ada.

“Kalau sekarang sudah aman dan setiap hari gas tiga kilogram dijamin aman. Setiap tabung kita menjualnya dengan harga Rp 13 ribu hingga Rp 13.500,” katanya

Wednesday, September 12, 2012

Mengaku Bisa Gandakan Uang (Suratno)

Kebingungan karena kehabisan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Suratno (26), warga Desa Totorejo Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, nekat mengaku bisa menggandakan uang.

Dengan bermodalkan sejumlah dupa, kembang, dan ritual lainnya, dia memproklamirkan diri mampu menggandakan uang. Akibat aksinya, dua warga masing-masing Ponira dan Sutrisno mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Merasa ditipu Suratno, kedua warga tersebut kemudian melaporkan Suratno dengan pasal penipuan ke Mapolres OKU Timur. Jajaran reskrim kemudian menangkap Suratno di kediamannya, Senin (10/9/2012) sekitar pukul 01.00 dinihari serta mengamankan sejumlah barang bukti (BB).

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, Rabu (12/9/2012), Suratno yang kebingungan usai membangun rumah karena kehabisan uang mulai melancarkan strategi dengan memproklamirkan diri bisa menggandakan uang kepada sejumlah orang yang dikenalnya yang disebarkan dari mulut ke mulut.

Beberapa rekan Suratno yang percaya dengan ungkapan Suratno kemudian memintanya untuk menggandakan uang mereka. Korban pertama Suratno adalah Ponira, warga BK 9, Kecamatan Belitang. Sekitar bulan Juni 2012 lalu, Ponira menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta yang diiming-imingi Suratno akan digandakan. Namun Suratno mengaku tidak menyebutkan kelipatannya kepada Ponira.

“Dengan membakar dupa, Suratno kemudian memberi syarat agar Ponira melaksanakan puasa mutih selama tujuh hari agar uang tersebut bisa digandakan. Satu minggu kemudian, ketika Ponira mendatangi Suratno, ternyata uang itu belum digandakan dan tersangka mengaku masih dalam proses,” ungkap Kapolres OKU timur AKBP Kristiyono Sik melalui kasat Reskrim AKP Janton Silaban.

Serapan Sekolah SMP/MTS di OKUT Capai 90 Persen

Angka serapan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) ke SLTA selama tahun 2012 di Kabupaten OKU Timur, baik negeri maupun swasta, mencapai hingga 90 persen lebih.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur Surya Bhakti didampingi Kabid Pendidikan Lanjutan Dinas Pendidikan OKU Timur, Edwar, Rabu (12/9/2012).

“Dari tamatan SMP/MTs yang saat ini dapat diserap ke pendidikan SLTA sudah mencapai hingga 90 persen. Tahun 2013-2015 mendatang kami yakin seluruh tamatan SMP/MTS dapat terserap hingga 100 persen,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan OKU Timur saat ini kata dia, adalah dengan melaksankan program peningkatan angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) dengan mewujudkan satu kecamatan satu SLTA Negeri.SRIPO

Tuesday, September 11, 2012

140 Gedung Sekolah di OKU Timur Direhab

Sebanyak 140 gedung sekolah menengah pertama (SMP) baik negeri maupun swasta di Kabupaten OKU Timur, direhab selama tahun 2012. Perehaban gedung sekolah tersebut diharapkan bisa meningkatkan mutu pendidikan siswa dan kenyamanan siswa dalam mengikuti pelajaran. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur, Surya Bhakti, Jumat (7/9/2012) mengatakan, perehaban gedung sekolah tersebut melalui pengusulan dengan pemerintah pusat.

“Saat ini perehaban gedung sekolah itu hampir rampung. Kita harapkan setelah ini rampung semua kendala dalam menjalankan proses belajar mengajar bisa teratasi terutama dalam hal gedung sekolah,” ujar Surya. 

Dikatakan Surya, anggaran dana yang digunakan untuk perehaban sekolah tersebut berasal dari dana APBN dalam dua kategori yakni rehab berat dan rehab ringan.

Untuk rehab berat baik negeri maupun swasta kata dia, menghabiskan dana sebesar Rp 1.890.000.000. Sedangkan untuk rehab ringan sebesar Rp 8.55000.000. SRIPOKU

Wednesday, August 29, 2012

Ada Tugu Triangulasi di Bukit Bedil

Bukit Bedil yang terletak di Desa Waysalak Kecamatan Jayapura memiliki peninggalan penjajahan berupa Tugu Triangulasi.

Tugu yang berdiri di atas bukit dengan ketinggian 442 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL) itu diyakini terletak di bukti tertinggi yang ada di wilayah OKU Timur.

“Bukit ini kemungkinan merupakan bukit tertinggi di OKU Timur, dari atas bukit ini terlihat semua wilayah. Kemungkinan itulah yang menyebabkan penjajah dulu membangun tugu triangulasi ini diatas Bukit Bedil ini,” ungkap Kepala Dinas PU Bina Marga yang ikut dalam perjalanan, Selasa (28/8/2012).

Wartawan Sripoku.com beserta beberapa pekerja media lain membutuhkan waktu sekitar 80 menit menuju puncak Bukit Bedil ditemani Kepala Desa Waysalak Ikrom, dan beberapa warga setempat.