Showing posts with label Belitang Mulya. Show all posts
Showing posts with label Belitang Mulya. Show all posts
Sunday, March 3, 2013
Perampok Toko Mas Bahagia Jaya Petanggan di Pasar Sriwangi
Dua toko mas di Pasar Sriwangi Kecamatan Semendawai suku III, Kabupaten OKU Timur, masing-masing milik H Bahrin dan Maryuli (37), dirampok enam orang bersenjata organik jenis FN, Minggu (3/2/2013) sekitar pukul 09.00.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sripoku.com, enam orang perampok yang berbagi aksi di dua toko mas tersebut berhasil membawa emas dari dua toko tersebut sekitar 250 suku.
Akibat ulah perampok yang beraksi layaknya koboi tersebut salah satu anak pemilik toko mas Bahrin bernama Rigen (30), meninggal di lokasi kejadian akibat luka tembak di bagian dada kanan, kepala belakang, dan pinggang.
Perampok menembak Rigen karena berusaha melawan dan menyelamatkan bapaknya, H Bahren dari tembakan perampok.
Sedangkan H Bahrin mengalami luka tiga tembak kaki dibagian tumit, paha dan pangkal paha.
Wednesday, November 21, 2012
OKU Timur Swasembada Daging
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, perkembangan dan populasi ternak sapi di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menempati posisi tertinggi di wilayah Sumatera.
Peningkatan yang signifikan tersebut menjadi salah satu indikator untuk menjadikan OKU Timur sebagai kabupaten swasembada daging dalam beberapa tahun ke depan.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten OKU Timur, Ir Santio MM, Rabu (21/11/2012), mengatakan, peningatakan populasi ternak sapi potong di OKU Timur tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah yang didukung masyarakat dan sejumlah kelompok tani dalam mengembangkan peternakan sapi potong tersebut.
“Selain data BPS, dari grafik laporan pertahun, populasi ternak sapi potong mengalami peningkatan yang signifikan, pada tahun 2006 lalu, populasi ternak Sapi potong hanya 4.000 ekor. Namun setelah kita melasanakan program inseminasi buatan pada tahun 2012, populasi ternak sapi potong sudah mencapai 72.500 ekor,” katanya.
Peningkatan yang signifikan tersebut menjadi salah satu indikator untuk menjadikan OKU Timur sebagai kabupaten swasembada daging dalam beberapa tahun ke depan.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten OKU Timur, Ir Santio MM, Rabu (21/11/2012), mengatakan, peningatakan populasi ternak sapi potong di OKU Timur tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah yang didukung masyarakat dan sejumlah kelompok tani dalam mengembangkan peternakan sapi potong tersebut.
“Selain data BPS, dari grafik laporan pertahun, populasi ternak sapi potong mengalami peningkatan yang signifikan, pada tahun 2006 lalu, populasi ternak Sapi potong hanya 4.000 ekor. Namun setelah kita melasanakan program inseminasi buatan pada tahun 2012, populasi ternak sapi potong sudah mencapai 72.500 ekor,” katanya.
Tuesday, November 13, 2012
Harga Elpiji 3 Kg di Belitang Rp 20 Ribu
Harga gas elpiji tiga kilogram di Wilayah Belitang Kabupaten OKU Timur terutama di wilayah pelosok mencapai hingga Rp 20 ribu per tabung.
Tingginya harga gas elpiji tiga kilogram tersebut disebabkan langkanya stok gas elpiji sejak satu minggu terakhir.
“Sekarang harganya mulai naik. Biasanya kalau mulai langka seperti ini harganya mulai naik. Agen biasanya menjual per tabung hanya Rp 13 ribu, kini naik menjadi Rp 13.500. Demikian juga dengan sub agen yang mulai menaikkan harganya menjadi Rp 14 ribu hingga Rp 14.500,” ungkap Tomi salah satu agen di Puncak Empat Gumawang Belitang, Senin (5/11/2012).
Menurut Tomi, harga ditingkat pengecer juga akan berbeda. Jika sebelumnya harga tabung gas elpiji tiga kilogram hanya Rp 14.500 hingga Rp 15 ribu saat ini mulai mengalami kenaikan menjadi Rp 16 hingga Rp 17 ribu per tabungnya.
“Apalagi di wilayah pelosok, tabung gas elpiji ini mencapai hingga Rp 20 ribu per tabungnya. Ini tidak bisa dihindari, pelanggan tetap akan membeli berapapun harganya. Jadi kalau masih langka seperti ini harga akan mulai berubah, mulai dari agen, sub agen, dan pengecer. Pembeli tidak berfikir apakah naik atau tidak. Yang susah adalah ketika tabung tidak tersedia di agen-agen,” katanya.
Tingginya harga gas elpiji tiga kilogram tersebut disebabkan langkanya stok gas elpiji sejak satu minggu terakhir.
“Sekarang harganya mulai naik. Biasanya kalau mulai langka seperti ini harganya mulai naik. Agen biasanya menjual per tabung hanya Rp 13 ribu, kini naik menjadi Rp 13.500. Demikian juga dengan sub agen yang mulai menaikkan harganya menjadi Rp 14 ribu hingga Rp 14.500,” ungkap Tomi salah satu agen di Puncak Empat Gumawang Belitang, Senin (5/11/2012).
Menurut Tomi, harga ditingkat pengecer juga akan berbeda. Jika sebelumnya harga tabung gas elpiji tiga kilogram hanya Rp 14.500 hingga Rp 15 ribu saat ini mulai mengalami kenaikan menjadi Rp 16 hingga Rp 17 ribu per tabungnya.
“Apalagi di wilayah pelosok, tabung gas elpiji ini mencapai hingga Rp 20 ribu per tabungnya. Ini tidak bisa dihindari, pelanggan tetap akan membeli berapapun harganya. Jadi kalau masih langka seperti ini harga akan mulai berubah, mulai dari agen, sub agen, dan pengecer. Pembeli tidak berfikir apakah naik atau tidak. Yang susah adalah ketika tabung tidak tersedia di agen-agen,” katanya.
Thursday, May 24, 2012
Perusahaan Tebu Komering Tak Punya Lahan Plasma
Perusahaan Tebu yang memproduksi Gula Komering dengan luas ratusan hektare (ha) hingga kini belum memiliki atau membentuk lahan plasma yang menguntungkan masyarakat.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) OKU Timur, Idhamto, Kamis (24/5/2012).
Idhamto menyayangkan sikap perusahaan tersebut yang hingga kini belum memiliki lahan plasma yang menguntungkan masyarakat.
Bagaimanapun kata dia, LPI sudah mendapat keuntungan yang tidak sedikit perkebunan tersebut.
“Kita harapkan agar mereka mau memberi sumbangsih terhadap masyarakat sekitar, agar ada nilai tambah dari warga sekitar. Apapun alasannya, tanah yang mereka gunakan adalah lahan milik masyarakat OKU Timur,” tegas Idhamto.
Tuesday, May 1, 2012
Kode POS Kecamatan Belitang Mulya
Kecamatan Belitang Mulya
- Kelurahan atau Desa Purwodadi memiliki Kodepos 32383
- Kelurahan atau Desa Sri Budaya memiliki Kodepos 32383
- Kelurahan atau Desa Sri Mulyo memiliki Kodepos 32383
- Kelurahan atau Desa Sukoharjo memiliki Kodepos 32383
- Kelurahan atau Desa Ulak Buntar memiliki Kodepos 32383
- Kelurahan atau Desa Petanggan memiliki Kodepos 32386
- Kelurahan atau Desa Rejosari memiliki Kodepos 32386
- Kelurahan atau Desa Sari Guna memiliki Kodepos 32386
- Kelurahan atau Desa Sidowaluyo memiliki Kodepos 32386
- Kelurahan atau Desa Sugih Waras memiliki Kodepos 32386
- Kelurahan atau Desa Tulung Sari memiliki Kodepos 32386
Thursday, March 15, 2012
Permintaan Pupuk di OKU Timur Menurun
Permintaan pupuk di Kabupaten OKU Timur sejak beberapa bulan terakhir menurun menyusul masuknya musim panen awal tahun 2012.
Hal itu diungkapkan Kepala Pemasaran Pupuk Sriwijaya (Pusri) untuk Kabupaten OKU Timur, Sobirin, Kamis (15/3/2012).
Namun kata Sobirin, Pusri tetap menyediakan stok pupuk urea bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani. Hal itu karena yang sudah melakukan musim panen baru sebagian. Sementara sebagian lainnya masih membutuhkan pupuk.
“Permintaan pupuk diperkirakan akan kembali normal pada awal April mendatang. Karena petani yang mengandalkan saluran irigasi tekhnis untuk mengairi sawah sudah mulai melakukan penanaman kembali,” katanya.
Thursday, March 8, 2012
120 Rb Ton Karet Pertahun Dijual ke Palembang
Produksi karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan setiap tahun mencapai 120 ribu ton.
Seluruh hasil perkebunan tersebut dikirim ke Palembang. Hal itu disebabkan tidak adanya prbrik crumb rubber.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) OKU Timur Indra Barlian melalui Kepala bidang (Kabid) Kelembagaan dan Usaha M Husin Kamis (8/3/2012).
“Karena kita belum memiliki pabrik, jadi seluruh hasil perkebunan setiap tahunnya terpaksa dijual ke Palembang,” katanya.
Tuesday, February 7, 2012
Pasar Srimulyo Jadi Pasar Harian
Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menjadikan pasar yang berlokasi di Desa Srimulyo Kecamatan Belitangmulya yang sebelumnya hanya pasar mingguan menjadi pasar harian.
Pasar tersebut merupakan satu-satunya pasar yang dikelola oleh dinas koperasi.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, Yunus Alfian Wan, kepada Sripoku.com, Rabu (8/2/2012).
Menurutnya, untuk wilayah Sumatera hanya OKU Timur dan Bengkulu yang melakukan pengelolaan pasar. Sementara untuk seluruh Indonesia dinas koperasi yang mengelola pasar hanya 27 pasar.
Sistem yang digunakan dalam pengelolaan pasar tersebut, kata dia, pedagang yang akan berjualan di pasar tersebut terlebih dahulu harus menjadi anggota koperasi dalam hal ini Koperasi Unit Desa (KUD) yang didirikan berdasarkan badan hukum.
“Anggota juga memiliki simpan pinjam wajib. Mereka bisa mendapatkan kios maupun los yang ada di pasar tersebut,” terangnya.
Fasilitas seperti los maupun kios lanjut Yunus tidak diperjualbelikan. Yang berhak menggunakannya hanya pedagang yang sudah terdaftar sebagai anggota koperasi.
Pasar tersebut merupakan satu-satunya pasar yang dikelola oleh dinas koperasi.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, Yunus Alfian Wan, kepada Sripoku.com, Rabu (8/2/2012).
Menurutnya, untuk wilayah Sumatera hanya OKU Timur dan Bengkulu yang melakukan pengelolaan pasar. Sementara untuk seluruh Indonesia dinas koperasi yang mengelola pasar hanya 27 pasar.
Sistem yang digunakan dalam pengelolaan pasar tersebut, kata dia, pedagang yang akan berjualan di pasar tersebut terlebih dahulu harus menjadi anggota koperasi dalam hal ini Koperasi Unit Desa (KUD) yang didirikan berdasarkan badan hukum.
“Anggota juga memiliki simpan pinjam wajib. Mereka bisa mendapatkan kios maupun los yang ada di pasar tersebut,” terangnya.
Fasilitas seperti los maupun kios lanjut Yunus tidak diperjualbelikan. Yang berhak menggunakannya hanya pedagang yang sudah terdaftar sebagai anggota koperasi.
Monday, July 11, 2011
Pembangunan Sekolah di OKU Timur Terkendala Lahan
-Pembangunan beberapa unit sekolah di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) masih terkendala lahan. Pihak pemerintah belum siap untuk membeli lahan warga untuk pembangunan sekolah.
Hal itu ungkapkan Kepala Bidang Pendidiakan Lanjut di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) OKUT, Edwar Minggu (10/7).
Untuk pembangunan sekolah baru lanjut Edwar, diknas berharap ada warga yang menghibahkan lahannya secara sukarela. Hampir keseluruhan tanah pemerintah yang ada sudah dibangun sekolah negeri.
“Memang ada sebagian lahan yang belum dibangun. Hal itu disebabkan karena jarak tempuh yang cukup jauh. Antara perkampungan penduduk dengan lokasi yang akan dibangun sekolah cukup jauh,” katanya.
Dikatakan Edwar, untuk bangunan sekolah yang sangat dibutuhkan saat ini adalah tingkat SMP yang membutuhkan lahan seluas satu hektare, untuk bangunan sekolah SMA, membutuhkan lahan seluas dua hektare dan untuk bangunan SMK, disdik membutukan lahan seluas empat hektare.
“Kita tidak hanya membangun sekolah, akan tetapi lapangan olahraga dan sara prasarana lain seperti laboratorium juga akan kita lengkapi,” katanya.
Hal itu ungkapkan Kepala Bidang Pendidiakan Lanjut di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) OKUT, Edwar Minggu (10/7).
Untuk pembangunan sekolah baru lanjut Edwar, diknas berharap ada warga yang menghibahkan lahannya secara sukarela. Hampir keseluruhan tanah pemerintah yang ada sudah dibangun sekolah negeri.
“Memang ada sebagian lahan yang belum dibangun. Hal itu disebabkan karena jarak tempuh yang cukup jauh. Antara perkampungan penduduk dengan lokasi yang akan dibangun sekolah cukup jauh,” katanya.
Dikatakan Edwar, untuk bangunan sekolah yang sangat dibutuhkan saat ini adalah tingkat SMP yang membutuhkan lahan seluas satu hektare, untuk bangunan sekolah SMA, membutuhkan lahan seluas dua hektare dan untuk bangunan SMK, disdik membutukan lahan seluas empat hektare.
“Kita tidak hanya membangun sekolah, akan tetapi lapangan olahraga dan sara prasarana lain seperti laboratorium juga akan kita lengkapi,” katanya.
Thursday, January 27, 2011
Gawat, Pohon Duku gagal Berbuah
“Tahun ini tak ada panen duku. Duku kami tidak berbuah sama sekali,” kata Ida Syahrul, 45 tahun, warga Rasuan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Kamis (27/1).
Menurut Ida yang berasal dari Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), biasanya sejak Desember pohon duku sudah berbuah. “Baru pada Februari dan Maret buahnya sudah bisa dipanen. Tapi sekarang sampai Januari tidak ada pohon duku yang berbuah di Rasuan,” katanya.
Di Sumsel ada beberapa derah yang menghasilkan buah duku selain Kabupaten OKU Timur, buah duku juga dihasilkan dari kebun duku rakyat di Kabupaten OKU, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Musi Rawas (Mura). Duku di daerah ini lebih dikenal dengan sebutan “duku komering” dan “duku rasuan” Tetapi setelah keluar dari Sumsel orang banyak menyebutnya “duku palembang.”
Ida menjelaskan, “Untuk tahun ini pohon duku di Rasuan sama sekali, merata tidak berbuah. Biasanya ada satu dua pohon yang berbuah. Entah apa penyebabnya, mungkin cuaca, hujan yang turun terus menerus mempengaruhi pohon duku tidak berbuah?”
Di Kabupaten OKU Timur, dari data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat, luas areal tanaman duku mencapai 2.183 hektare dengan tingkat produksi mencapai 4.288 ton pada awal tahun 2009. Kebun duku rakyat tersebut tersebar selain di Kecamatan Madang Suku I seluas 466 ha, juga ada di Kecamatan Cempaka 801 ha, Kecamatan Semendawai Barat seluas 235 ha dan di Kecamatan Buay Pemuka Peliung 155 ha.
Sisanya tersebar di Kecamatan Martapura, Kecamatan Bunga Mayang, Kecamatan Jayapura, dan lahan penduduk sepanjang aliran sungai Komering hingga perbatasan Kabupaten OKU Selatan.
Sementara itu di Kabupaten OKI, beberapa warga juga mengeluhkan pohon duku mereka tahun ini tidak berbuah, seperti di Kecamatan Teluk Gelam banyak pohon duku di daerah ini tidak berbuah. “Biasanya pada awal tahun seperti ini, sudah banyak pedagang duku berjualan di sepanjang jalan lintas Timur di Kabupaten OKI,” kata Nover warga Pedamaran.
Setiap pengemudi yang melintas di jalan lintas Timur di Kabupaten OKI bisa dengan mudah melihat pohon duku berbuah, karena di sepanjang jalan di daerah ini bisa dengan mudah ditemukan pohon duku. “Sekarang pohon tersebut belum berbuah, mungkin karena cuaca yang hujan tidak menentu ini,” katanya.
Di daerah ini setiap musim panen duku tiba, warga akan menjual buah duku dengan sistem batangan secara borongan. Misalnya seorang warga yang punya 100 batang pohon duku, saat berbuah bisa dijual dengan harga Rp40 juta. Tetapi sekarang warga di OKI harus gigit jari karena pohon duku mereka yang seharusnya sudah berbuah dan siap panen, harus gigit jari.
Menurut Ida yang berasal dari Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), biasanya sejak Desember pohon duku sudah berbuah. “Baru pada Februari dan Maret buahnya sudah bisa dipanen. Tapi sekarang sampai Januari tidak ada pohon duku yang berbuah di Rasuan,” katanya.
Di Sumsel ada beberapa derah yang menghasilkan buah duku selain Kabupaten OKU Timur, buah duku juga dihasilkan dari kebun duku rakyat di Kabupaten OKU, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Musi Rawas (Mura). Duku di daerah ini lebih dikenal dengan sebutan “duku komering” dan “duku rasuan” Tetapi setelah keluar dari Sumsel orang banyak menyebutnya “duku palembang.”
Ida menjelaskan, “Untuk tahun ini pohon duku di Rasuan sama sekali, merata tidak berbuah. Biasanya ada satu dua pohon yang berbuah. Entah apa penyebabnya, mungkin cuaca, hujan yang turun terus menerus mempengaruhi pohon duku tidak berbuah?”
Di Kabupaten OKU Timur, dari data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura setempat, luas areal tanaman duku mencapai 2.183 hektare dengan tingkat produksi mencapai 4.288 ton pada awal tahun 2009. Kebun duku rakyat tersebut tersebar selain di Kecamatan Madang Suku I seluas 466 ha, juga ada di Kecamatan Cempaka 801 ha, Kecamatan Semendawai Barat seluas 235 ha dan di Kecamatan Buay Pemuka Peliung 155 ha.
Sisanya tersebar di Kecamatan Martapura, Kecamatan Bunga Mayang, Kecamatan Jayapura, dan lahan penduduk sepanjang aliran sungai Komering hingga perbatasan Kabupaten OKU Selatan.
Sementara itu di Kabupaten OKI, beberapa warga juga mengeluhkan pohon duku mereka tahun ini tidak berbuah, seperti di Kecamatan Teluk Gelam banyak pohon duku di daerah ini tidak berbuah. “Biasanya pada awal tahun seperti ini, sudah banyak pedagang duku berjualan di sepanjang jalan lintas Timur di Kabupaten OKI,” kata Nover warga Pedamaran.
Setiap pengemudi yang melintas di jalan lintas Timur di Kabupaten OKI bisa dengan mudah melihat pohon duku berbuah, karena di sepanjang jalan di daerah ini bisa dengan mudah ditemukan pohon duku. “Sekarang pohon tersebut belum berbuah, mungkin karena cuaca yang hujan tidak menentu ini,” katanya.
Di daerah ini setiap musim panen duku tiba, warga akan menjual buah duku dengan sistem batangan secara borongan. Misalnya seorang warga yang punya 100 batang pohon duku, saat berbuah bisa dijual dengan harga Rp40 juta. Tetapi sekarang warga di OKI harus gigit jari karena pohon duku mereka yang seharusnya sudah berbuah dan siap panen, harus gigit jari.
Subscribe to:
Posts (Atom)



