Showing posts with label Buay Madang. Show all posts
Showing posts with label Buay Madang. Show all posts

Monday, December 24, 2012

Tiwul Tembus Rp 7.500 Per Kg

Amino petani menanam ubi racun karena harga yang tinggi dan pemasaran yang mudah membuat mereka enggan menanam singkong atau ketela.

Singkong atau ketela biasanya dijadikan masyarakat sebagai bahan dasar membuat tiwul atau oyek. Sementara ubi racun hanya bisa dimakan setelah diolah menjadi sagu.

“Masyarakat sudah enggan menjadikan ladang mereka untuk menanam singkong atau ketela. Sebagian lahan masyarakat saat ini ditanam ubi racun yang tidak bisa diolah menjadi oyek atau tiwul. Ubi racun hanya bisa dimanfaatkan setelah diolah. Kalau belum diolah ubi racun mengandung racun yang membayahakan,” ungkap Hariyanto (47) warga Bungamayang, OKU Timur.

Menurut Hari, menurunnya animo masyarakat untuk menanam singkong dan ketela membuat harga tiwul melambung.

Saat ini harga tiwul mencapai hingga Rp 7.500 per kilogramnya. 

Harga tersebut, kata dia, hampir menyamai beras super yang dijual di pasaran sekitar Rp 8.500 per kilogramnya.

Tiwul, kata dia, merupakan makanan masyarakat tempo dulu. Meski terkesan kuno, namun sebagian masyarakat masih menggemari memakan tiwul karena rasanya yang khas.

“Biasanya masyarakat tetap memakannya meskipun mereka memiliki ekonomi menengah. Masyarakat yang memakan tiwul bukan berarti mereka tidak mampu untuk hidup layak. Mereka memang sudah hobi dan gemar untuk memakannya,” ujarnya.

Menurut Hari, saat ini sangat sulit untuk mencari tiwul. Kalaupun ada, harganya sudah mulai naik menyamai harga beras.

Langkanya masyarakat membuat tiwul tersebut, kata dia, disebabkan keengganan masyarakat menanam singkong atau ketela.

“Sebagian masyarakat kalau tidak menanam jagung menanam ubi racun. Memang pemasarannya lebih mudah ubi racun. Setelah siap panen, masyarakat hanya memanggil pembeli dan langsung mendapatkan uang. Berbeda dengan tiwul yang harus melalui sejumlah proses baru bisa dijual,” ujarnya.

Saturday, August 11, 2012

Lokasi Rawan Ada di Jalinteng dan Jalur Komering

Polisi Resor (Polres) Kabupaten OKU Timur meliris sejumlah lokasi jalan yang dinilai rawan baik lakalantas, macet, maupun tindak kejahatan hingga rawan longsor yang akan digunakan pemudik pada arus mudik lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah 2012.
 
Berikut sejumlah lokasi yang dinilai rawan dengan penjagaan sejumlah polisi baik dari operasi ketupat maupun tim khusus polres OKU Timur.
 
Rawan Macet di:
- Pasar Martapura, Kecamatan Martapura.
- Pasar Rawabening BK 3, Kecamatan Buaymadang.
- Pasar Gumawang, Kecamanta Belitang.
- Beberapa pasar tumpah di ruas jalan Buaymadang-Belitang, maupun jalur Belitang-Palembang.
 
Rawan Lakalantas di:
- Simpang Tiga Armed.
- Mekahak Kotabaru.
- Daerah Minangbaru.
- Adumanis jalur komering.
- Jalur irigasi Perjaya.
         
Rawan Longsor di:
- Sepanjang ruas Jalur Komering dan sebaliknya.
 
Rawan Kriminalitas di: 
- Ruas jalan tanggul irigasi dari Martapura menuju wilayah Sukaraja
- Sepanjang Jalur Komering melalui wilayah Muncakkabau.

“Kalau untuk kemacetan pasar diprediksi hanya akan terjadi pada jam sibuk saja. kalau untuk pasar tumpah kemungkinan hanya macet saat pagi hari saja,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono Sik melalui Kabag Ops Kompol Sugeng Hariyadi Sabtu (11/8/2012).

Petugas kata dia, akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pengamanan kepada pemudik. Pemudik juga di himbau untuk lebih berhati-hati di perjalanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita juga menghimbau kepada pemudik untuk lebih berhati-hati dan waspada. Jangan membawa perhiasan yang mencolok dan memancing tindak kejahatan,” jelasnya.

Tuesday, May 1, 2012

Kode POS Kecamatan Buay Madang


Kecamatan Buay Madang
- Kelurahan atau Desa Aman Jaya memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Cipta Muda memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Kurungan Nyawa memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Kurungan Nyawa I memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Kurungan Nyawa II memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Kurungan Nyawa III memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Pisang Jaya memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Sri Dadi (Saridati) memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Sukaraja memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Sumber Agung memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Tanjung Bulan memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Tebat Jaya memiliki Kodepos 32361
- Kelurahan atau Desa Way Halom memiliki Kodepos 32361

Tuesday, April 24, 2012

Tenggelam di Irigasi, Ditemukan Tewas

Tenggelam di saluran Irigasi Upper Komering Perjaya Martapura, Kabupaten OKU Timur (OKUT),  Hasan bin Cikmas (5), ditemukan warga Desa Yosowinangun, mengapung di pintu irigasi BK XI, Senin (23/4), sekitar pukul 12.00 WIB.

 Warga Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Buay Madang itu diketahui tenggelam Minggu siang (22/4), saat sedang mandi di saluran irigasi BK I, Desa Tanjung Bulan.
”Kemarin (Minggu, red) sekitar jam 12-an anak ini (korban, red) mandi di irigasi BK I, setelah itu tak kunjung pulang ke rumah. Kami sempat mencari menyusuri saluran Irigasi Upper Komering. Siang kami dapat kabar anak itu ditemukan mengapung di pintu irigasi BK X, kami jemput ke RS Gumawang karena telah dibawa warga dan polisi ke rumah sakit,” kata Jarji, salah seorang kerabat korban.
Sementara dr Rully, yang memvisum jasad korban Hasan, mengatakan ada luka di kening korban. Diduga akibat terbentur dinding irigasi, saat mandi dan terjatuh. Lalu korban hanyut terbawa arus sungai. “Ini dilihat dari luka di kening yang masih mengeluarkan darah. Korban meninggal dunia belum sampai 12 jam, ini ditandai jasad korban yang masih segar dan belum membengkak,” jelas Rully.
Di tempat lain, Taharudin bin Pahrul (5) diduga tenggelam terseret arus Sungai Lematang, di kawasan Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muara Enim, Minggu (22/4), sekitar pukul 16.30 WIB. Sebab di bebatuan tepi Sungai Lematang itu, hanya ditemukan celana milik korban. 
Muncul dugaan, korban hendak buang air besar. Lalu terpeleset dan jatuh ke sungai. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan warga Desa Ujanmas Baru, itu belum diketahui. Meski keluarganya, warga setempat dibantu Tim SAR PTBA sudah melakukan pencarian. ”Sejak hari kejadian sampai sekarang  (kemarin, red) tim SAR PTBA bersama warga masih melakukan pencarian,” terang Wilian Husin, kades Ujanmas Lama, ketika dikonfirmasi kemarin.

Monday, July 11, 2011

Pembangunan Sekolah di OKU Timur Terkendala Lahan

-Pembangunan beberapa unit sekolah di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) masih terkendala lahan. Pihak pemerintah belum siap untuk membeli lahan warga untuk pembangunan sekolah.

Hal itu ungkapkan Kepala Bidang Pendidiakan Lanjut di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) OKUT, Edwar Minggu (10/7).


Untuk pembangunan sekolah baru lanjut Edwar, diknas berharap ada warga yang menghibahkan lahannya secara sukarela. Hampir keseluruhan tanah pemerintah yang ada sudah dibangun sekolah negeri.

“Memang ada sebagian lahan yang belum dibangun. Hal itu disebabkan karena jarak tempuh yang cukup jauh. Antara perkampungan penduduk dengan lokasi yang akan dibangun sekolah cukup jauh,” katanya.

Dikatakan Edwar, untuk bangunan sekolah yang sangat dibutuhkan saat ini adalah tingkat SMP yang membutuhkan lahan seluas satu hektare, untuk bangunan sekolah SMA, membutuhkan lahan seluas dua hektare dan untuk bangunan SMK, disdik membutukan lahan seluas empat hektare.

“Kita tidak hanya membangun sekolah, akan tetapi lapangan olahraga dan sara prasarana lain seperti laboratorium juga akan kita lengkapi,” katanya.

Thursday, November 25, 2010

302 KK Berebut Jadi Transmigran

Program transmigrasi lokal yang dicanangkan Pemkab OKU Timur disambut positif warga setemapt. Buktinya, 35 Kepala Keluarga (KK) bakal menempati lahan transmigrasi di Desa Tanjung Kukuh Kecamatan Semendawai Barat awal Desember. “Dari 366 KK yang mendaftar, hanya 302 KK yang memenuhi syarat dan ikut dalam pengundian.
Selanjutnya akan ditentukan 30 nama yang berhak menempati rumah transmigrasi di Tanjung
Kukuh yang penempatannya awal Desember 2010,” kata Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKU Timur, HM Yamin di Binapraja Pemkab OKUT, Rabu (24/11).
Menurut Yamin, penempatan transmigran di OKU Timur bukan yang pertama, tetapi sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Tahun 2009 lalu ditempatkan 25 KK dan tahun 2010 ini 35 KK.
“30 KK pesertanya warga yang berdomisili di OKU Timur. Sedangkan 5 KK lagi transmigran dari luar daerah yakni dari Jawa Tengah,” katanya.
Orang yang berhak menjadi peserta transmigrasi di OKU Timur menurut Yamin, haruslah orang yang siap. Oleh karena itu pihaknya meminta kelengkapan persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya
usia tidak melebihi 50 tahun, sudah menikah dengan dibuktikan foto kopi surat nikah, pas foto serta melampirkan surat keterangan tidak mampu dari Kades/Lurah yang diketahui Camat tempat yang bersangkutan bedomisili.
“Yakinlah mereka yang akan ditempatkan di Tanjung Kukuh adalah mereka yang betul-betul memenuhi kriteria yang sudah kita tentukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peserta transmigrasi lokal di Desa Tanjung Kukuh akan diberi rumah tipe 36 di atas lahan 1.000 meter persegi. Selain itu akan diberikan lahan pertanian satu hektare dan jatah tunjangan hidup (jadup) selama satu tahun.
Asisten II Setda OKU Timur HM Rivai Raila dihadapan para kades/ lurah dan camat disela-sela pengundian mengharapkan, melalui  transmigrasi akan meningkatkan kesejahteraan warga OKU Timur