Showing posts with label Martapura. Show all posts
Showing posts with label Martapura. Show all posts

Wednesday, December 19, 2012

Sungai Komering Meluap Lagi

Ruas jalan provinsi di Desa Tanjungaman, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur menuju wilayah Belitang-Kayuagung terus mengecil akibat gerusan aliran Sungai Komering yang meluap.

Tembok penahan yang ambrol beberapa bulan lalu akibat hantaman air hingga saat ini belum diperbaiki.
 
Air yang mengalir dengan deras dari hulu terus memakan badan jalan.

Hanya ada upaya peringatan untuk pengendara oleh pemerintah dengan meletakkan karung berisi pasir serta memasang garus polisi.

Belum terlihat ada perbaikan tembok penahan itu dari pemerintah provinsi kendari air terus mengikis badan jalan.

“Ini sudah berlangsung hampir dua bulan, sebelumnya air belum menyentuh sisi badan jalan. Namun karena air terus meninggi, jadi air mulai mengikis badan jalan,” ungkap Hamid warga sekitar yang berjualan di sekitar lokasi.

Menurut Hamid, perbaikan tembok penahan sepanjang empat meter itu sangat mendesak, karena jika terus dibiarkan, maka akan berakibat pada kerusakan jalan yang tentunya akan menghambat lalu lintas.

“Ini jalan satu-satunya pengubung antara kecamatan martapura dengan Belitang, kalau ini terputus, maka akan sangat fatal akibatnya, tentunya pemerintahan akan ikut terganggu,” ujarnya

Thursday, December 6, 2012

Hujan Badai Landa OKU Timur, 4 Rumah Tertimpa Pohon

Hujan badai yang terjadi di Kabupaten OKU Timur, Rabu (5/12/2012), selain menyebabkan pemadaman jaringan listrik akibat tertimpa pohon, juga menyebabkan kerusakan sejumlah rumah dan kemacetan jalan akibat pohon tumbang.

Dari data yang diperoleh Sripoku.com, Kamis (6/12/2012), sedikitnya empat rumah warga di Desa Perjayabarat, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur menyebabkan kerusakan rumah penduduk akibat tertimpa pohon.

Adapun masing-masing rumah penduduk yang tertimpa pohon diantaranya rumah milik Supriyadi, Sujito Teguh, dan Saifudin.

“Selain rumah, sejumlah bangsal pembuat bata juga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon,” ungkap Camat Martapura, Andi Rosidi, Kamis (6/12/2012).

Dikatakan Andi, bangsal bata yang tertimpa pohon masing-masing milik Sarwani, Mujianto.

Selain di wilayah Perjaya Barat, satu rumah di kelurahan Bukitsari juga tertimpa pohon milik Ahmad.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini kita sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat dengan melakukan perbaikan,” katanya.

Friday, November 23, 2012

Banyak Anak Sekolah Kebut-kebutan, Warga OKU Timur Protes

Minimnya kesadaran berlalu lintas dari anak-anak sekolah di Kabupaten OKU Timur memicu protes sejumlah masyarakat terutama pengendara lain.

Masyarakat yang menyaksikan tindakan anak-anak sekolah yang kerap melakukan kebut-kebutan dan berboncengan melebihi kapasitas hingga tiga orang kerap membuat pengendara lain khawatir.


Sejumlah anak sekolah terlihat dengan leluasa mengendarai sepeda motor dengan berboncengan tiga orang tanpa mengenakan pengaman berkendara seperti helm dan pengaman lainnya.

Selain berboncengan hingga tiga orang, mereka juga mengendari sepeda motor dengan kecepatan melebihi rata-rata kecepatan dalam kota.

“Mungkin karena masih muda, jadi mereka tidak mengindahkan keselamatan diri sendiri. Namun yang disayangkan mereka juga membahayakan pengendara lain dengan mengendarai sepeda motor melebihi kecepatan dalam kota,” ungkap Arman (38), salah satu warga Martapura yang terpaksa berhenti karena ulah pelajar yang mendahuluinya tanpa mengindahkan keselamatan pengendata lain.

Selain itu, kata dia, terkadang pelajar mengendarai sepeda motor tanpa memikirkan pengendara lain. Bahkan terkadang mereka mengambil jalir pengendara lain dengan kecepatan tinggi.

“Kadang kalau kita berkendara kita harus berhati-hati. Anak-anak sekolah ini terkadang tidak memerhatikan keselamatan mereka dalam mengendarai sepeda motor,” ujarnya.

Sementara Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono Sik Msi melalui Kasat Lantas AKP Menang didampingi KBO Lantas IPDA Fauzi Saleh mengaku akan terus memberikan sosialisasi dan pengertian peraturan lalu lintas ke sekolah-sekolah agar para siswa memahami akan pentingnya mematuhi peraturan dalam berlalu lintas.

Friday, September 28, 2012

Trans Marta Segera Beroperasi di OKU Timur

Kabupaten OKU Timur dalam waktu dekat akan segera memiliki bis angkutan yang diberi nama Trans Marta.

Program Trans Marta yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan tersebut persiapannya sudah mencapai 90 persen.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Timur Mulyanto SH MM usai melaksanakan rapat persiapan pelaksanaan Trans Marta, Jumat (28/9/2012).

Menurut Mulyanto, semua persiapan mulai dari halte, pool, garasi mobil, rambu-rambu lalu lintas, rute, tiket hingga tarif angkutan sudah selesai.

Untuk menjalankannya, kata dia, pihaknya tinggal menunggu instruksi dari Bupati OKU Timur, H Herman Deru SH MM saja.

“Halte yang sudah selesai dan siap untuk digunakan saat ini berjumlah 11 halte. Enam diantaranya baru dibangun dan lima lainnya merupakan halte lama,” jelasnya.

Sementara untuk jumlah armada, Mulyanto mengatakan, untuk sementara, armada yang akan operasikan berjumlah empat bus dengan ukuran tiga perempat.

“Trayeknya dibagi dua, namun hanya di dalam kota Martapura saja. Trayek pertama dimulai dari Terminal Kotabaru, RM Idaman, Simpang Lingot, Pasar Martapura, Kelurahan Sungaituha, HM Soeharto (jalan lingkar, red) dan kembali lagi ke terminal. Sedangkan untuk trayek kedua dimulai dari Terminal, Simpang Lingot, RM Idaman, Kotabaru, jalan HM Soeharto, Kelurahan Sungaituha-Jalan Merdeka dan kembali lagi ke ke terminal Martapura,” jelasnya.

Sunday, August 26, 2012

Harga Cabai di OKU Timur Turun

Salah Satu Penjual Cabai
Harga cabai di Kabupaten OKU Timur sejak satu minggu terakhir kembali turun.

Harga cabai di Pasar Martapura turun menjadi Rp 36 ribu per kilogram untuk cabai rawit lokal dan Rp 16 ribu untuk cabai rawit asal Pulau Jawa.

Sebelumnya, harga cabai rawit lokal sempat mencapai Rp 60 ribu per kilogram dan cabai rawit Jawa Rp 20 ribu per kilogram.

Menurut sejumlah pedagang, penurunan harga cabai tersebut tidak ada kaitannya dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah seperti kebutuhan pokok lainnya yang mengalami penurunan dan kenaikan sesudah dan sebelum Idul Fitri.

Ruslan (29), pedagang cabai asal Kota Martapura, mengatakan, penurunan harga cabai disebabkan oleh stok yang banyak di sejumlah agen dan banyaknya pedagang cabai di sejumlah pasar tumpah yang tersebar di sejumlah wilayah di OKU Timur.

Kenaikan harga cabai, kata dia, tergantung banyaknya pembeli. Saat ini pembeli cabai di pasar Martapura relatif menurun kemungkinan disebabkan oleh banyaknya penjual cabai di pasar-pasar tumpah.

“Sekarang warga sudah tidak lagi mengutamakan pergi ke pasar utama kabupaten untuk berbelanja. Mereka melihat di pasar tumpah dan terkadang memilih untuk membeli di pasar tumpah karena jaraknya yang memang dekat dari pemukiman mereka,” katanya.
Sripoku.com,

Saturday, August 11, 2012

Lokasi Rawan Ada di Jalinteng dan Jalur Komering

Polisi Resor (Polres) Kabupaten OKU Timur meliris sejumlah lokasi jalan yang dinilai rawan baik lakalantas, macet, maupun tindak kejahatan hingga rawan longsor yang akan digunakan pemudik pada arus mudik lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah 2012.
 
Berikut sejumlah lokasi yang dinilai rawan dengan penjagaan sejumlah polisi baik dari operasi ketupat maupun tim khusus polres OKU Timur.
 
Rawan Macet di:
- Pasar Martapura, Kecamatan Martapura.
- Pasar Rawabening BK 3, Kecamatan Buaymadang.
- Pasar Gumawang, Kecamanta Belitang.
- Beberapa pasar tumpah di ruas jalan Buaymadang-Belitang, maupun jalur Belitang-Palembang.
 
Rawan Lakalantas di:
- Simpang Tiga Armed.
- Mekahak Kotabaru.
- Daerah Minangbaru.
- Adumanis jalur komering.
- Jalur irigasi Perjaya.
         
Rawan Longsor di:
- Sepanjang ruas Jalur Komering dan sebaliknya.
 
Rawan Kriminalitas di: 
- Ruas jalan tanggul irigasi dari Martapura menuju wilayah Sukaraja
- Sepanjang Jalur Komering melalui wilayah Muncakkabau.

“Kalau untuk kemacetan pasar diprediksi hanya akan terjadi pada jam sibuk saja. kalau untuk pasar tumpah kemungkinan hanya macet saat pagi hari saja,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono Sik melalui Kabag Ops Kompol Sugeng Hariyadi Sabtu (11/8/2012).

Petugas kata dia, akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pengamanan kepada pemudik. Pemudik juga di himbau untuk lebih berhati-hati di perjalanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita juga menghimbau kepada pemudik untuk lebih berhati-hati dan waspada. Jangan membawa perhiasan yang mencolok dan memancing tindak kejahatan,” jelasnya.

Friday, July 20, 2012

Harga Daging Sapi Naik Rp 10 Ribu Perkilogram

Harga daging sapi di Pasar Martapura, Kabupaten OKU Timur mengalami kenaikan Rp 10 Ribu Per kilogram. Kini harga daging menjadi Rp 80 ribu perkilogram.

Hal tersebut diungkapkan Faisal (43), warga Martapura yang ditemui di Pasar Martapura, Jumat (20/7/2012).

Sebelumnya, harga daging sapi hanya berkisar antara Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu perkilogram. 

Kenaikan harga tersebut menurut Faisal baru terjadi pada Kamis (19/7/2012) atau dua hari menjelang Ramadan. 

“Setiap hari saya menghabiskan tiga ekor sapi. Kenaikannya baru terjadi dua hari ini. Permintaan juga lumayan meningkat dari hari-hari biasa,” ujar Faisal.

Sunday, June 3, 2012

Warga Martapura Hadang Angkutan Batu Bara


Ribuan masyarakat Kota Martapura, Kabupaten OKU Timur Minggu (3/6/2012) malam, memadati ruas jalan lingkar Desa Tanjungkemala.

Ribuan massa tersebut berkumpul untuk menghadang angkutan batu bara yang membawa batu bara melebihi tonase yang ditentukan lebih dari delapan ton.

Diduga aksi massa sudah diketahui sejumlah transportir batu bara sehingga sejak pukul 20.00. Tidak ada angkutan batu bara yang melintas.

Pengamatan Sripoku.com di lapangan, hingga pukul 23.00, belum ada angkutan batu bara yang melintas sehingga massa hanya duduk dan bercerita di pinggir jalan.

Untuk mengantisipasi amuk massa, pihak kepolisian ikut serta dalam pengamanan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres OKU Timur Kompol Anisullah M Ridha dan beberapa anggota DPRD OKU Timur. SRIPOKU.COM

Thursday, May 31, 2012

IPA Tertinggi Diraih SMAN 3 OKU Timur

Siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Martapura, Kabupaten OKU Timur memperoleh nilai tertinggi pada Ujian Nasional (UN) tahun 2011/2012 se-OKU Timur.
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Lanjutan Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur, Edwar, kepada Sripoku.com, Sabtu (26/5/2012).

Menurut Edwar, sembilan siswa SMAN 3 Martapura memperoleh nilai terbesar dan masuk dalam sembilan besar siswa dengan nilai tertinggi di Kabupaten OKU Timur.

Sementara peringkat pertama diraih Mitra Aidina dengan nilai 56,05, peringkat kedua diraih Muhamad Wafa Adilah Prabu Negara dengan nilai 55,80 dan peringkat ketiga diraih Havivi Natapura dengan nilai 55,15. Semua siswa tersebut dari jurusan IPA.

Kepala SMAN 3 Martapura, Siti Suhartini, mengatakan, prestasi gemilang yang diraih siswanya bukan tanpa perjuangan.

Setiap minggu pihak sekolah menetapkan jam belajar sebanyak 50 jam.


SRIPOKU.COM
Penulis : Evan Hendra
Editor : Sudarwan

Thursday, May 24, 2012

Harga Premium Eceran di Martapura Capai Rp 8.000 Perliter

Harga eceran bahan bakar minyak (BBM) di pusat kota Kabupaten OKU Timur terus mengalami kenaikan. Dalam kurun waktu satu minggu harga BBM jenis Premium sudah mengalami kenaikan dari Rp 7.500 menjadi Rp 8.000 perliter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sripoku.com, Kamis (24/5/2012), kenaikan harga BBM tersebut diduga karena tingginya harga dari pengecor yang menjual BBM subsidi tersebut kepada pengecer.
Namun sejauh ini belum ada tindakan dari pihak terkait untuk mengantisipasi terus melonjaknya harga BBM eceran yang jauh melampaui Harga Eceran Tetap (HET) itu.

“Kami tidak punya pilihan. Harga yang kami ambil Rp 7.000 hingga Rp 7.500 perliter. Kami terpaksa menjual Rp 8.000 per liter. Kalau tidak kami akan mengalami kerugian,” ujar Mirna, penjual BBM eceran di Cidawang, Martapura, Kabupaten OKU Timur.

Saturday, May 5, 2012

Bayi ”Merah” Dibuang di Pasar

Bayi tak berdosa, kembali dibuang oleh orang tuanya yang tak bertanggungjawab. Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang masih berlumuran darah dan terdapat ari-ari, dibungkus kain dibuang ke tengah los Pasar Martapura, Kabupaten OKU Timur (OKUT) tepatnya di belakang taman pasar.


Bayi ”merah” seberat 3 kg, panjang badan 51 cm yang diperkirakan baru satu jam dilahirkan, pertama kali ditemukan warga, Kamis (3/5) sekitar pukul 17.45 WIB. Selain terbungkus kain, ada pula ditemukan beberapa potong pakaian bayi, saat pertama kali ditemukan saksi Bambang (35) dan Novi (35), warga Kebun Jati, Martapura, Kabupaten OKUT.
Tak lama kemudian, datang pedagang bernama Yusmiati (42). Melihat bayi tersebut masih hidup, Yusmiati langsung membawanya ke tempat bidan terdekat, kemudian dilaporkannya ke Polsek Martapura.  ”Setelah itu saya bawa ke rumah, rencananya bayi ini akan saya angkat menjadi anak saya sendiri,” terang Yusmiati, saat ditemui di rumahnya, di Kebun Jati, Martapura.
Mendengar Yusmiati merawat bayi yang ditemukan warga di pasar, rumahnya mendadak ramai dikunjungi warga. Bahkan, banyak pula yang sudah berniat mengadopsinya. ”Anak saya ada tiga, semuanya laki-laki. Makanya bayi ini saya yang ingin merawatnya,” harap janda yang sehari-hari berjualan CD dan aksesoris di Pasar Martapura ini.
Sementara penemu bayi itu, Novi mengatakan sore itu dia hendak menutup tokonya. “Saat ditemukan bayinya tidak menangis, hanya saja darah dan ari-arinya masih ada,” ungkap Novi.
Terpisah, Kapolres OKUT AKBP Kristiyono, melalui Kapolsek Martapura Kompol Takdir, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap siapa orang tua dari bayi perempuan yang dibuang di pasar tersebut. ”Karena saat ditemukan warga, tidak ada orang yang mencurigakan di sekitar lokasi. Dugaan sementara, bayi ini hasil hubungan gelap yang sengaja dibuang,” duganya.

Tuesday, May 1, 2012

Kode POS Kecamatan Martapura

Kecamatan Martapura
- Kelurahan atau Desa Kota Baru memiliki Kodepos 32311
- Kelurahan atau Desa Pasar Martapura memiliki Kodepos 32312
- Kelurahan atau Desa Dusun Martapura memiliki Kodepos 32313
- Kelurahan atau Desa Paku Sengkunyit memiliki Kodepos 32314
- Kelurahan atau Desa Bukit Sari memiliki Kodepos 32315
- Kelurahan atau Desa Kota Baru Barat memiliki Kodepos 32315
- Kelurahan atau Desa Kota Baru Selatan memiliki Kodepos 32315
- Kelurahan atau Desa Sungai Tuha Jaya memiliki Kodepos 32315
- Kelurahan atau Desa Tanjung Kemala memiliki Kodepos 32315
- Kelurahan atau Desa Terukis Rahayu memiliki Kodepos 32315
- Kelurahan atau Desa Veteran Jaya memiliki Kodepos 32315
- Kelurahan atau Desa Keromongan memiliki Kodepos 32381
- Kelurahan atau Desa Kurungan Nyawa I memiliki Kodepos 32381
- Kelurahan atau Desa Perjaya memiliki Kodepos 32381
- Kelurahan atau Desa Sukomulyo memiliki Kodepos 32381

Thursday, March 15, 2012

Permintaan Pupuk di OKU Timur Menurun

Permintaan pupuk di Kabupaten OKU Timur sejak beberapa bulan terakhir menurun menyusul masuknya musim panen awal tahun 2012.
Hal itu diungkapkan Kepala Pemasaran Pupuk Sriwijaya (Pusri) untuk Kabupaten OKU Timur, Sobirin, Kamis (15/3/2012).

Namun kata Sobirin, Pusri tetap menyediakan stok pupuk urea bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani. Hal itu karena yang sudah melakukan musim panen baru sebagian. Sementara sebagian lainnya masih membutuhkan pupuk.

“Permintaan pupuk diperkirakan akan kembali normal pada awal April mendatang. Karena petani yang mengandalkan saluran irigasi tekhnis untuk mengairi sawah sudah mulai melakukan penanaman kembali,” katanya.

OKUT Anggarkan Rp 7 M untuk Perbaikan Jalan

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Kabupaten OKU Timur menganggarkan dana sebesar Rp 7 miliar untuk pembangunan akses jalan antar desa atau jalan lingkungan.

Anggaran tersebut berasal dari dana APBD tahun 2012.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten OKU Timur, Ir Herwan MM melalui Staf Bagian Perencanaan, Hermansyah ST Kamis (15/3/2012).

Menurut Hermansyah, program tersebut merupakan program lanjutan dari tahun sebelumnya.

Pengerjaannya kata dia, dengan melakukan pengecoran beton.

Sementara untuk ukuran, akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan. Dan sudah kita temukan ada 13 titik jalan lingkungan yang akan diperbaiki yang berlokasi di wilayah Martapura,” katanya.

Tuesday, March 13, 2012

Sopir Dimintai Rp 50 Ribu Tiap Melintas

Sopir angkutan batu bara yang melintas di ruas Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) mengaku harus merogoh kocek sebesar Rp 50 ribu setiap kali melintas di Kabupaten OKU Timur. Mereka mengaku uang tersebut mereka ambil dari uang pribadi mereka.
“Dari Lahat sampai perbatasan Provinsi Lampung kami harus mengeluarkan uang sebesar Rp 550 ribu untuk membayar sejumlah pungutan liar mulai dari Lahat,” ujar Tungku, seorang sopir ketika ditemui di Mapolres OKU Timur.

Ia berada di Polres OKU Timur untuk melaporkan oknum anggota Dishub OKU Timur yang menusuk salah satu rekannya Selasa (13/3/2012). 

Menurutnya, para sopir batu bara hanya membayar pungli di wilayah Sumsel saja. Sementara dari perbatasan Lampung hingga tujuan mereka mengaku tidak ada pungli lagi.

Thursday, March 8, 2012

120 Rb Ton Karet Pertahun Dijual ke Palembang

Produksi karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan setiap tahun mencapai 120 ribu ton. 

Seluruh hasil perkebunan tersebut dikirim ke Palembang. Hal itu disebabkan tidak adanya prbrik crumb rubber.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) OKU Timur Indra Barlian melalui Kepala bidang (Kabid) Kelembagaan dan Usaha M Husin Kamis (8/3/2012).

“Karena kita belum memiliki pabrik, jadi seluruh hasil perkebunan setiap tahunnya terpaksa dijual ke Palembang,” katanya.

Wednesday, February 22, 2012

Perjaya akan Dijadikan Sumber Energi Listrik

Lokasi Bendungan Perjaya yang berlokasi di Desa Perjaya Kabupaten OKU Timur akan menjadi sumber energi listrik tenaga air.

Hal itu diungkapkan PT Perjaya Bravo Energi (PBE) yang melakukan pertemuan di Gedung Pertemuan Bappeda, Rabu (22/2/2012).
Paparan yang dilakukan oleh PT PBE itu dihadiri oleh Direksi PT PBE Sugiantoro.

Hal itu terungkap dalam paparan yang dilakukan PT PBE yang dihadiri oleh direksi PT PBE Sugiantoro.

Monday, February 13, 2012

Januari 2012, Tunggakan Pelanggan PLN Martapura Rp 1,3 Miliar

Hingga bulan Januari 2012, tunggakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Martapura mencapai Rp 1,3 miliar.

Demikian diungkapkan Kepala PLN Martapura Basri Abdurrahman.
Jumlah tersebut kata Basri mengalami kenaikan dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp 1,04 miliar.

“Kurangnya kesadaran masyarakat dalam melunasi tagihan PLN mengakibatkan tunggakannya terus bertambah,” ungkapnya.

Tuesday, February 7, 2012

OKUT Hasilkan 30 Ribu Ton Patin

Kabupaten OKU Timur setiap tahun mampu menghasilkan lebih dari 30 ribu ton ikan air tawar jenis patin. Dari jumlah tersebut, ternyata Dinas Peternakan OKU Timur mengaku kesulitan dalam memasarkannya.

Hal itu diungkapkan kepala dinas peternakan dan perikanan OKU Timur Alief Yulianto, Rabu (8/2/2012).
Untuk menyiasati pemasaran tersebut kata Alief, pihaknya melakukan pemaksimalan pedagang. Sementara untuk pelanggan diakuinya sudah mulai normal. 

“Jumlah tersebut baru hitungan pesimis, kalau riilnya jauh lebih diatas itu. Kita memang kesulitan memasarkan, namun dengan memaksimalkan pelanggan dan pedagang, semua bisa terkendali,” ujar Alief.

Harga Jagung di OKU Timur Merosot

Harga jagung di Kabupaten OKU Timur sejak satu minggu terakhir kian merosot dari sebelumnya.

Dari pantuan Sripoku.com, Selasa (7/2/2012), harga jagung kering saat ini turun menjadi Rp 200 perkilogram. Harga tersebut turun drastis dari akhir tahun lalu yang sempat mencapai Rp 2.800 perkilogramnya.
Awal tahun 2012, harga jagung mengalami penurunan menjadi Rp 2.200 perkilogram.  

“Harga jagung saat ini kembali mengalami penurunan menjadi Rp 2.000 perkilogram. Petani khawatir harga tersebut akan mengalami penurunan lagi. Kami juga heran, dalam satu bulan terakhir, harga jagung terus mengalami penurunan,” ujar Anto (42), warga Kecamatan Bungamayang.