Bayi tak berdosa, kembali dibuang oleh orang tuanya yang tak bertanggungjawab. Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang masih berlumuran darah dan terdapat ari-ari, dibungkus kain dibuang ke tengah los Pasar Martapura, Kabupaten OKU Timur (OKUT) tepatnya di belakang taman pasar.
Bayi ”merah” seberat 3 kg, panjang badan 51 cm yang diperkirakan baru satu jam dilahirkan, pertama kali ditemukan warga, Kamis (3/5) sekitar pukul 17.45 WIB. Selain terbungkus kain, ada pula ditemukan beberapa potong pakaian bayi, saat pertama kali ditemukan saksi Bambang (35) dan Novi (35), warga Kebun Jati, Martapura, Kabupaten OKUT.
Tak lama kemudian, datang pedagang bernama Yusmiati (42). Melihat bayi tersebut masih hidup, Yusmiati langsung membawanya ke tempat bidan terdekat, kemudian dilaporkannya ke Polsek Martapura. ”Setelah itu saya bawa ke rumah, rencananya bayi ini akan saya angkat menjadi anak saya sendiri,” terang Yusmiati, saat ditemui di rumahnya, di Kebun Jati, Martapura.
Mendengar Yusmiati merawat bayi yang ditemukan warga di pasar, rumahnya mendadak ramai dikunjungi warga. Bahkan, banyak pula yang sudah berniat mengadopsinya. ”Anak saya ada tiga, semuanya laki-laki. Makanya bayi ini saya yang ingin merawatnya,” harap janda yang sehari-hari berjualan CD dan aksesoris di Pasar Martapura ini.
Sementara penemu bayi itu, Novi mengatakan sore itu dia hendak menutup tokonya. “Saat ditemukan bayinya tidak menangis, hanya saja darah dan ari-arinya masih ada,” ungkap Novi.
Terpisah, Kapolres OKUT AKBP Kristiyono, melalui Kapolsek Martapura Kompol Takdir, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap siapa orang tua dari bayi perempuan yang dibuang di pasar tersebut. ”Karena saat ditemukan warga, tidak ada orang yang mencurigakan di sekitar lokasi. Dugaan sementara, bayi ini hasil hubungan gelap yang sengaja dibuang,” duganya.
No comments:
Post a Comment