Tuesday, August 7, 2012

Sawah di OKU Timur Terancam Kekeringan

Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten OKU Timur sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan. Hal tersebut akan berdampak pada matinya tanaman petani mulai dari padi, jagung dan beberapa tanaman lainnya. Namun sejauh ini belum ada tindakan dari pihak pemerintah mengantisipasi kekeringan tersebut.

Ujang (42), warga asal dusun 5, Rokal 1 Desa Peracak, Kecamatan Bungamayang harus merelakan padi yang sudah berumur hampir tiga bulan di sawah miliknya karena mengalami kekeringan dan hampir gagal panen.

“Kalau hujan turun satu kali saja, saya masih memiliki harapan untuk memanen padi ini. Sekarang buahnya mulai terbakar karena sudah tidak ada lagi air yang akan diserap. Buahnya menjadi kering dan perlahan menghitam,” katanya Selasa (7/8/2012).

Sekilas kata dia, memang tanaman padi di sawah miliknya itu terlihat seperti sudah siap untuk di panen. Namun setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata padi tersebut sudah mengering dan tidak berisi.

“Kalau petani seperti saya ini hanya mengandalkan air hujan yang turun dari langit. Untuk membuat sumur bor dan membeli mesin sedot, saya tidak memiliki modal. Jadi hanya berharap turunnya hujan saja dengan resiko kalau kemarau seperti ini akan mengalami gagal panen,” katanya.

No comments:

Post a Comment